Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Peningkatan Branding dan Layanan Digital Laboratorium Pengujian Air Desinta Riski Azhari; Dana Azizah Rahmat; Ratih Amelia; Hujjatullah Fazlurrahman; Muhammad Fachmi
Ecoplan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v9i1.1299

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi digital marketing pada laboratorium pengujian air PT ABCD di tengah tuntutan transformasi digital. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara semi-terstruktur, observasi media digital, dokumentasi internal, serta benchmarking terhadap kompetitor. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SWOT bertahap (Stage 1-4) yang mencakup eksplorasi profil perusahaan, analisis kondisi internal dan eksternal, serta sintesis strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT ABCD memiliki kekuatan utama berupa akreditasi KAN dan ISO/IEC 17025, tenaga ahli kompeten, tarif kompetitif, serta basis pelanggan yang luas. Namun, kinerja digital marketing masih belum optimal, ditandai dengan rendahnya visibilitas online, belum adanya website mandiri, inkonsistensi branding digital, serta respons layanan daring yang belum memenuhi ekspektasi pelanggan. Di sisi eksternal, peluang muncul dari meningkatnya kebutuhan uji kualitas air dan tren digitalisasi layanan, sementara ancaman berasal dari kompetitor yang lebih unggul secara digital. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pengembangan pendekatan SWOT bertahap yang tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga menghasilkan formulasi strategi digital marketing yang terintegrasi dengan aspek visibilitas digital, branding, dan layanan online dalam konteks laboratorium pengujian air yang masih terbatas dalam literatur. Strategi yang direkomendasikan meliputi pembangunan website interaktif, penguatan branding berbasis konten, optimalisasi respons layanan digital, serta pemanfaatan akreditasi sebagai diferensiasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis dalam meningkatkan kredibilitas dan daya saing laboratorium di era digital.
PERAN MEDIASI IMPOSTOR SYNDROME DALAM PENGARUH PERBANDINGAN SOSIAL DI LINKEDIN TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA GENERASI Z DI SURABAYA Naila Alviana Nur; Hafid Kholidi Hadi; Hujjatullah Fazlurrahman
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): Edisi Mei - Agustus 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7798

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbandingan sosial di LinkedIn terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja dengan mempertimbangkan impostor syndrome sebagai mekanisme mediasi pada mahasiswa Generasi Z semester menengah hingga akhir di Kota Surabaya. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif berdesain eksplanatori melalui cross-sectional survey. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dari 209 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria sebagai mahasiswa aktif Generasi Z, memiliki akun LinkedIn serta memanfaatkan platform tersebut untuk mendukung pengembangan karier. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS versi 4.1.1.8 melalui evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil analisis menegaskan bahwa kecenderungan melakukan perbandingan sosial di LinkedIn berkaitan dengan meningkatnya kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Hubungan tersebut berlangsung melalui munculnya impostor syndrome, yaitu keraguan terhadap kompetensi diri yang berkembang setelah mahasiswa mengevaluasi pencapaian profesionalnya berdasarkan informasi yang ditampilkan pengguna lain. Penelitian ini memperluas kajian mengenai perilaku mahasiswa pada media sosial profesional dengan menjelaskan impostor syndrome sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan peningkatan perbandingan sosial di LinkedIn dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Temuan penelitian juga memberikan implikasi bagi perguruan tinggi dan career center dalam mengembangkan program persiapan karier yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada penguatan kesiapan psikologis mahasiswa dalam mempersiapkan diri mememasuki dunia kerja professional.
USER SEGMENTATION FOR DIGITAL TECHNOLOGY ADOPTION ASSESSMENT USING RFM AND K-MEANS CLUSTERING : EVIDENCE FROM PESONNAGO INTERNAL E-COMMERCE Salma Azzahrah; Fresha Kharisma; Ika Diyah Candra Arifah; Hujjatullah Fazlurrahman
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 3 (2026): ON GOING
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i3.7855

Abstract

This study aims to identify the level of adoption of digital technology and analyze user behavior on PesonnaGo's internal e-commerce platform through the use of transaction log data. The research uses an exploratory quantitative approach with the Recency-Frequency-Monetary (RFM) Analysis method which is extended through the Point Usage variable and the K-Means Clustering algorithm. The research data was obtained using purposive sampling techniques on 8,888 successful transactions which were then aggregated into 5,007 unique users during the period of November 2025 to February 2026. Data processing is carried out using Python (scikit-learn) in the Google Colaboratory environment. The number of clusters was determined through the Elbow Method and Silhouette Analysis, while the model stability test was carried out using the Adjusted Rand Index (ARI). The results of the study showed the formation of three groups of users, namely High Adoption, Moderate Adoption, and Low Adoption. The High Adoption group had the highest level of activity as indicated by the lowest recency value, the highest frequency, and the largest monetary value and point usage compared to the other groups. In addition, Pearson's correlation analysis showed a very strong positive relationship between transaction value and point usage (r = 0.947). The findings of the study indicate that the behavioral analytics approach based on transaction log data is able to identify the level of technology adoption objectively and provides a basis for the development of service personalization strategies and optimization of user loyalty programs. Keywords : Digital Technology Adoption; User Behavior Analytics; RFM Analysis; K-Means Clustering; Transaction Log Data.