Curah hujan merupakan faktor iklim yang sangat memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pangan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh curah hujan terhadap produksi tanaman padi dan jagung di Kecamatan Sleman pada tahun 2018 dan 2020. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Sleman, meliputi data produksi, luas panen, dan curah hujan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi padi meningkat dari 1.574,3 ton pada tahun 2018 menjadi 1.613,4 ton pada tahun 2020, sementara produksi jagung meningkat dari 452,7 ton menjadi 576,3 ton pada periode yang sama. Peningkatan produksi padi sejalan dengan peningkatan total curah hujan dari 2.526 mm menjadi 3.272 mm, yang mengindikasikan bahwa ketersediaan air hujan mencukupi kebutuhan air padi yang tinggi. Namun, produktivitas jagung justru menurun dari 0,73 ton/ha menjadi 0,69 ton/ha, diduga akibat curah hujan tinggi pada bulan Mei 2020 (254 mm) yang mengganggu fase pertumbuhan kritis jagung. Selain itu, luas panen terbukti menjadi faktor dominan yang memengaruhi produksi, terutama untuk jagung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa curah hujan berpengaruh positif terhadap produksi padi, tetapi pengaruhnya terhadap jagung bersifat kompleks dan perlu dikelola dengan baik. Implikasi penelitian ini adalah perlunya strategi adaptasi seperti pengaturan waktu tanam, perbaikan drainase, dan penggunaan varietas tahan genangan untuk meminimalkan risiko kelebihan air.