Social media has become an inseparable part of adolescents' lives by easing communication and access to information, yet excessive use risks fostering addiction that affects learning activities, social relationships, and students' psychological well-being. This condition was also found among students at SMP Negeri 10 Palu, most of whom used social media more often for entertainment than for supporting learning, indicating a need to strengthen their digital literacy. This study aimed to examine the effect of digital literacy information services on preventing social media addiction among students. A quantitative approach with a pre-experimental One Group Pretest-Posttest Design was employed, involving 29 eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using a social media addiction questionnaire administered before and after the service, then analyzed through normality tests, homogeneity tests, and a Paired Sample t-Test using SPSS version 27. The results showed that the data were normally distributed and homogeneous, and the hypothesis test yielded t = 7.430; df = 28; significance <.001 (<.05), with the mean score decreasing from 96.55 to 73.97 and a very large effect size (Cohen's d = 1.38). These findings indicate that digital literacy information services significantly reduce students' tendency toward social media addiction, suggesting their potential as a sustainable preventive strategy within school guidance and counseling programs. ABSTRAK Media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja karena memudahkan komunikasi dan akses informasi, tetapi penggunaan yang berlebihan berisiko menimbulkan kecanduan yang berdampak pada aktivitas belajar, relasi sosial, dan kondisi psikologis siswa. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa SMP Negeri 10 Palu, yang sebagian besar lebih sering menggunakan media sosial untuk hiburan dibandingkan untuk mendukung pembelajaran, sehingga literasi digital mereka perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh layanan informasi literasi digital terhadap pencegahan kecanduan media sosial pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 29 siswa kelas VIII yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket kecanduan media sosial sebelum dan sesudah layanan, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Paired Sample t-Test dengan SPSS versi 27. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta uji hipotesis memperoleh t = 7,430; df = 28; signifikansi <0,001 (<0,05), dengan rata-rata skor menurun dari 96,55 menjadi 73,97 dan effect size sangat besar (Cohen's d = 1,38). Temuan ini menunjukkan bahwa layanan informasi literasi digital berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecenderungan kecanduan media sosial siswa, sehingga dapat dijadikan strategi preventif berkelanjutan dalam program bimbingan dan konseling di sekolah.