Sinkop merupakan kehilangan kesadaran sementara akibat berkurangnya aliran darah ke otak yang sering terjadi pada usia sekolah. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman siswa dapat memengaruhi tindakan pertolongan pertama yang diberikan saat kejadian sinkop di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap pertolongan pertama pada kejadian sinkop di SMPN 1 Bojonggede. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan berjumlah 20 siswa kelas VIII SMPN 1 Bojonggede yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu pengetahuan siswa mengenai sinkop, pengetahuan tindakan pertolongan pertama, pengalaman siswa terhadap pertolongan pertama sinkop, sikap dan respons siswa saat melihat korban sinkop, serta keyakinan untuk menolong. Sebagian besar siswa memahami sinkop sebagai kondisi kehilangan kesadaran akibat kelelahan, kurang makan, kurang istirahat, dan paparan panas. Siswa juga mengetahui tindakan dasar pertolongan pertama seperti membaringkan korban, meninggikan kaki, melonggarkan pakaian, serta memanggil bantuan. Namun, sebagian siswa masih merasa ragu untuk memberikan pertolongan karena takut melakukan kesalahan. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap pertolongan pertama sinkop tergolong cukup baik, namun masih diperlukan edukasi dan pelatihan yang terstruktur untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama.