Pekerjaan pengelasan merupakan salah satu aktivitas kerja dengan risiko ergonomi tinggi akibat postur kerja tidak ergonomis, gerakan berulang, dan durasi kerja yang panjang sehingga berpotensi menyebabkan Musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat risiko ergonomi, mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal pekerja, serta merancang program kesehatan kerja berbasis ergonomi pada pekerja pengelasan di PT. XYZ. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak tujuh pekerja pengelasan. Penilaian risiko postur kerja dilakukan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner GOTRAK berdasarkan SNI 9011:2021. Hasil penilaian menunjukkan bahwa aktivitas pengelasan duduk membungkuk memperoleh skor RULA 7 dan REBA 10, sedangkan aktivitas pengelasan posisi jongkok/menunduk memperoleh skor RULA 6 dan REBA 9, yang keduanya termasuk kategori risiko tinggi. Survei GOTRAK menunjukkan keluhan dominan pada punggung atas, punggung bawah, leher, bahu, dan lutut. Analisis HIRADC mengidentifikasi enam bahaya ergonomi dengan postur membungkuk ekstrem sebagai risiko tertinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang program kesehatan kerja yang meliputi rekayasa workstation, pelatihan ergonomi, pengaturan rotasi kerja dan microbreak, surveilans kesehatan berkala, program penguatan fisik, serta monitoring dan evaluasi program. Program yang dirancang diharapkan mampu mengurangi risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas pekerja pengelasan.