Sebilah Sabil Noer
RSUD Dr. R. SOSODORO DJATIKOESOEMO

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Rika Amelia; Titi Agni Hutahaen; Sebilah Sabil Noer; Ria Indah Ria Indah Kusuma Pitaloka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1501

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan penurunan fungsi ginjal progresif selama ≥3 bulan yang ditandai kerusakan struktur atau fungsi ginjal maupun penurunan laju filtrasi glomerulus (eGFR) <60 mL/menit/1,73 m². Hipertensi berperan sebagai komorbid sekaligus komplikasi GGK. Penanganan hipertensi pada pasien GGK memerlukan berbagai obat antihipertensi dan obat lain sehingga penggunaan obat secara bersamaan (polifarmasi) meningkatkan risiko interaksi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi obat antihipertensi berdasarkan pola peresepan pada pasien GGK di instalasi rawat inap RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Oktober–Desember 2025 yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan 63 pasien mengalami interaksi obat, sedangkan 7 pasien tidak. Interaksi yang ditemukan terdiri atas 85 kejadian farmakodinamik dan 23 kejadian farmakokinetik. Berdasarkan tingkat keparahan, terdapat 4 interaksi minor, 100 interaksi moderat, dan 4 interaksi mayor. Disimpulkan bahwa interaksi obat antihipertensi pada pasien GGK rawat inap didominasi interaksi moderate dengan mekanisme farmakodinamik. Kombinasi furosemid dan omeprazol merupakan interaksi yang paling sering ditemukan, sehingga diperlukan pemantauan terapi yang optimal untuk mencegah dampak klinis yang merugikan.
Hubungan Rasionalitas Antihipertensi Kombinasi Candesartan-Amlodipine Dengan Outcome Klinis di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tika Roro Anti; Titi Agni Hutahaen; Sebilah Sabil Noer; Atika Nirmala
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1502

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Salah satu terapi farmakologis yang direkomendasikan adalah kombinasi candesartan dan amlodipine karena efektif menurunkan tekanan darah melalui mekanisme kerja yang saling melengkapi. Penggunaan antihipertensi harus memenuhi prinsip penggunaan obat rasional berdasarkan kriteria 5T, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat waktu pemberian untuk mencapai outcome klinis yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine serta hubungannya dengan outcome klinis tekanan darah. Metode: Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis 75 pasien hipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher exact test. Hasil: Rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo menunjukkan ketepatan pasien, indikasi, dan obat sebesar 100,00%, ketepatan dosis 98,67%, serta ketepatan interval waktu 97,33%. Outcome klinis menunjukkan 78,67% pasien mencapai target tekanan darah, sedangkan 21,33% tidak mencapainya. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai Fisher’s Exact Test sebesar 0,043 (p<0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara rasionalitas penggunaan obat dan outcome klinis pasien. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antihipertensi kombinasi candesartan dan amlodipine dengan outcome klinis pasien hipertensi.