Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Penggunaan Insulin Dan Oral Antidiabetika (OAD) PASIEN Rawat Jalan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tahun 2025 Masriani Masriani; Darini Kurniawati; Rina Saputri; Dewi Susanti Atmaja
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1796

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan terapi farmakologis jangka panjang, baik menggunakan insulin maupun oral antidiabetika (OAD). Peningkatan jumlah pasien DM berimplikasi pada meningkatnya penggunaan obat antidiabetika, sehingga diperlukan data profil penggunaan insulin dan OAD sebagai dasar evaluasi terapi dan perencanaan pengadaan obat. Tujuan: Untuk mengetahui profil penggunaan insulin dan OAD pada pasien di instalasi rawat jalan klinik penyakit dalam di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional deskriptif dan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 110 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien DM berada pada rentang usia 30–59 tahun. Pasien perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Berdasarkan pekerjaan, sebagian besar pasien merupakan ibu rumah tangga. Jenis insulin yang digunakan meliputi novorapid, levemir, humalog, dan rizodeg, dengan penggunaan terbanyak berupa kombinasi insulin novorapid–levemir. OAD yang paling banyak digunakan adalah metformin 500 mg dan glimepiride 2 mg. Pemberian insulin dilakukan secara subkutan dengan dosis terbanyak 10–20 IU per hari, sedangkan OAD diberikan secara oral dengan frekuensi 2–3 kali sehari. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa profil penggunaan insulin dan OAD pada pasien DM rawat jalan di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor didominasi oleh terapi kombinasi insulin dan penggunaan OAD metformin, dengan pola dosis dan rute pemberian yang sesuai dengan pedoman terapi diabetes melitus nasional.