Diah Ayu Puspita Eka Sari
Universitas Islam Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SARING: Intervensi Komunitas dalam Program Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Guna Mencegah Disinformasi: SARING: Community Intervention in a Digital Literacy Program Based on Local Wisdom to Prevent Disinformation Diah Ayu Puspita Eka Sari; Aqilla Zafira Khansa; Gayla Ligar Padantya
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i2.252

Abstract

Indonesia menghadapi krisis literasi digital, lebih dari 200 juta pengguna internet aktif, namun 45% masyarakat tidak mampu membedakan berita asli dari hoaks, dan rata-rata pengguna hanya membutuhkan 11 detik untuk meneruskan konten viral tanpa verifikasi. Sepanjang 2018–2023, tercatat 12.747 konten hoaks beredar, menempatkan Indonesia pada peringkat kedua negara paling terpapar disinformasi di Asia Tenggara dengan dampak nyata berupa terhambatnya herd immunity vaksin COVID-19, erosi kepercayaan publik terhadap demokrasi, dan eskalasi konflik SARA. Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi yang dijalankan sejak 2017 terbukti gagal karena skor literasi digital nasional stagnan di 3,49 dari 5,0 dan hanya 16% warga yang melakukan pembiasaan verifikasi. Penelitian ini menggunakan library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan paradigma Community-Based Participatory Research (CBPR) untuk merumuskan SARING (Strategi Adaptif Reflektif Informasi Nusantara yang Genuine) sebagai solusi sistemik. SARING dibangun di atas empat fondasi teori yaitu Critical Information Literacy (Elmborg, 2006), Transformative Learning Theory (Mezirow, 1997), kearifan lokal Nusantara, dan CBPR (Israel et al., 2001). Nilai tabayyun (verifikasi sumber), ngerteni (pemahaman konteks), dan musyawarah (validasi kolektif) berperan sebagai mekanisme verifikasi. Program ini diimplementasikan melalui empat elemen terintegrasi yaitu Warung Literasi, Modul Refleksi Berita, Kader Digital, dan Platform Digital SARING. Studi komparatif terhadap Cofact Thailand (penurunan hoaks 34%) dan Media Literacy Now Finlandia (peningkatan evaluasi informasi 31%) memvalidasi pendekatan berbasis komunitas ini. SARING menawarkan transformasi paradigma dari literasi informatif menjadi reflektif, dari pendekatan individual menjadi kolektif, dan dari program generik menjadi intervensi yang berakar pada nilai budaya lokal Indonesia.