Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI TATA CARA PENDAFTARAN, RUJUKAN DAN ADMINISTRASI DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT DI RSUD HAJI MAKASSAR Asriani Minarti S; Muhajrin Muhajrin; Shulystiawaty Desy Resky; Anggun Dinianti; Sulfianti Fakhruddin; Mahar Muharram Hamzah Assabrun Malik; Nurhayati B; Awaluddin Jamin
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v6i1.1075

Abstract

Pemanfaatan layanan pendaftaran berbasis digital dan sistem rujukan memerlukan pemahaman pasien agar proses pelayanan rumah sakit dapat berjalan dengan baik. Hasil observasi awal dan komunikasi dengan petugas RSUD Haji Makassar menunjukkan bahwa masih terdapat pasien yang mengalami kebingungan dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN dan membutuhkan arahan dalam proses pendaftaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien dan pendamping pasien mengenai tata cara pendaftaran, penggunaan Mobile JKN, sistem rujukan, dan alur administrasi pelayanan di RSUD Haji Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi masalah, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi pemahaman. Sebanyak 21 peserta terdiri atas 11 pasien dan 10 pendamping pasien mengikuti kegiatan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pertanyaan lisan sebelum dan sesudah penyampaian materi serta observasi terhadap respons dan keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta, terutama mengenai tahapan pendaftaran, penggunaan Mobile JKN, dan prosedur rujukan. Peserta juga menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam bertanya dan menyampaikan kendala pelayanan. Sosialisasi dan diskusi interaktif memberikan manfaat dalam membantu pasien dan pendamping memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai prosedur pelayanan rumah sakit. Evaluasi kegiatan masih terbatas pada pertanyaan lisan dan observasi, sehingga kegiatan selanjutnya disarankan menggunakan instrumen evaluasi yang lebih terstruktur dan melibatkan peserta yang lebih banyak.