Putri Octha Oliviyani
Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Rocket Stove sebagai Solusi Pembakaran Biomassa Minim Asap dan Ramah Lingkungan bagi Masyarakat Reza Hardian Pratama; Putri Octha Oliviyani; Jimmy Erdino Ramadhan; Tiara Anesa Putri; Muhammad Rafif Wibisono
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5325

Abstract

Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar masih menjadi pilihan masyarakat karena mudah diperoleh dan relatif murah, tetapi pembakaran secara terbuka atau menggunakan tungku sederhana dapat menghasilkan asap dan pembakaran yang kurang efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna berupa Rocket Stove sebagai alternatif pembakaran biomassa yang lebih terarah, efisien, dan minim asap, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan biomassa secara lebih ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, perancangan dan pembuatan alat, demonstrasi, praktik penggunaan, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi dengan masyarakat sasaran. Implementasi menunjukkan bahwa desain Rocket Stove dapat mengarahkan proses pembakaran melalui ruang bakar yang terisolasi dan aliran udara yang lebih terkontrol sehingga api lebih terfokus dan asap tampak lebih rendah dibandingkan pembakaran biomassa secara terbuka. Masyarakat juga memperoleh pengalaman langsung dalam menyiapkan bahan bakar, menyalakan tungku, mengatur suplai udara, dan menjaga proses pembakaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Rocket Stove berpotensi menjadi teknologi tepat guna yang sederhana dan dapat dikembangkan untuk mendukung pemanfaatan biomassa secara lebih efisien. Namun, pengukuran kuantitatif PM2.5, CO, efisiensi termal, dan konsumsi bahan bakar belum dilakukan sehingga klaim penurunan emisi dalam kegiatan ini dibatasi pada hasil pengamatan lapangan.