Rajamemang Rajamemang
Universitas Muhammadiyah Sinjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Literasi Keuangan dalam Membentuk Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Generasi Z di Kota Makassar Andi Tenri Ulmi Qalsum; Rajamemang Rajamemang
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i2.12732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Generasi Z di Kota Makassar menerapkan literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari, mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya, serta menganalisis kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Generasi Z di Kota Makassar. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah menerapkan literasi keuangan melalui praktik sederhana, seperti menyisihkan uang untuk tabungan, membagi dana berdasarkan kebutuhan, menetapkan batas pengeluaran, serta mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan pembelian. Faktor keluarga, pengalaman menghadapi kesulitan keuangan, dan tujuan keuangan menjadi faktor yang mendukung pengelolaan keuangan. Sebaliknya, tekanan teman sebaya, gaya hidup, promosi digital, kemudahan transaksi, dan pengeluaran kecil yang dilakukan secara berulang menjadi faktor penghambat. Penelitian juga menemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku keuangan. Meskipun mahasiswa memahami pentingnya menabung, mengatur anggaran, dan menghindari utang konsumtif, penerapannya belum selalu konsisten karena dipengaruhi oleh kondisi emosional, stres, FOMO, tekanan sosial, dan kemudahan transaksi digital. Dengan demikian, pengelolaan keuangan mahasiswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan keuangan, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dan mengambil keputusan secara disiplin.
Dinamika Gaya Hidup dan Pengelolaan Keuangan Generasi Z di Era Digital Andi Tenri Ulmi Qalsum; Rajamemang Rajamemang; Abdul Haris
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i2.12771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika gaya hidup Generasi Z di era digital serta memahami strategi pengelolaan keuangan yang diterapkan dalam menyeimbangkan kebutuhan, keinginan, dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-fenomenologis. Informan penelitian berjumlah 15 orang Generasi Z yang dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan aktivitas digital, penggunaan layanan keuangan digital, serta keberagaman latar belakang sosial ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup digital Generasi Z bersifat dinamis dan terbentuk melalui interaksi antara perkembangan teknologi, lingkungan sosial, serta paparan tren dan stimulus konsumsi digital. Sebagian informan menunjukkan kecenderungan konsumtif yang ditandai oleh pembelian impulsif, FOMO, pengaruh promosi digital, dan kemudahan transaksi, sementara sebagian lainnya mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan selektif. Dalam pengelolaan keuangan, informan menerapkan berbagai strategi, antara lain penganggaran, pemisahan dana berdasarkan kebutuhan, penerapan prinsip pay yourself first, penyediaan dana darurat, pembatasan transaksi digital, serta pengendalian penggunaan PayLater. Temuan menunjukkan bahwa literasi keuangan dan regulasi diri menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara gaya hidup, perilaku konsumsi, dan stabilitas keuangan. Dengan demikian, kemampuan Generasi Z dalam mengelola keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan finansial, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan dorongan konsumsi dan mengambil keputusan secara rasional di tengah lingkungan digital yang semakin mudah, cepat, dan persuasif.