Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Generasi Z di Kota Makassar menerapkan literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari, mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya, serta menganalisis kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Generasi Z di Kota Makassar. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah menerapkan literasi keuangan melalui praktik sederhana, seperti menyisihkan uang untuk tabungan, membagi dana berdasarkan kebutuhan, menetapkan batas pengeluaran, serta mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan pembelian. Faktor keluarga, pengalaman menghadapi kesulitan keuangan, dan tujuan keuangan menjadi faktor yang mendukung pengelolaan keuangan. Sebaliknya, tekanan teman sebaya, gaya hidup, promosi digital, kemudahan transaksi, dan pengeluaran kecil yang dilakukan secara berulang menjadi faktor penghambat. Penelitian juga menemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku keuangan. Meskipun mahasiswa memahami pentingnya menabung, mengatur anggaran, dan menghindari utang konsumtif, penerapannya belum selalu konsisten karena dipengaruhi oleh kondisi emosional, stres, FOMO, tekanan sosial, dan kemudahan transaksi digital. Dengan demikian, pengelolaan keuangan mahasiswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan keuangan, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dan mengambil keputusan secara disiplin.