Linda Pulungan
Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Geometri Jalan Tambang dalam Upaya Meningkatkan Produksi Pengangkutan Overburden Eryan Refly; Iswandaru; Linda Pulungan
Bandung Conference Series: Mining Engineering 73 - 80
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24281

Abstract

Abstract. PT Bukit Asam Tbk is a coal mining company located in Merapi Barat District, Lahat Regency, South Sumatra Province, operating under a Mining Business License (IUP) covering approximately 2,861.21 hectares. The company uses a Komatsu PC-2000 excavator and HD-785 dump trucks for overburden removal. However, the production target has not been achieved due to haul road geometry that does not fully comply with Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018 and AASHTO standards. This study evaluates haul road geometry and its influence on equipment productivity. The evaluated parameters include road width on straight and curved sections, road grade, curve radius, superelevation, cross slope, and rimpull. Primary and secondary data were analyzed and compared with the applicable standards. The results show that straight road widths range from 18.25–39.88 m and curved road widths from 22.23–42.42 m. Road grades vary between 0.36% and 17.61%, requiring improvement on one segment exceeding the 12% standard, while superelevation values of 0–4.65% were improved through simulation. Before improvement, loading and hauling productivity were 551.08 BCM/h and 550.58 BCM/h, respectively, below the 600 BCM/h target. After improving the haul road geometry, productivity increased to 711.49 BCM/h and 638.08 BCM/h, while hauling cycle time decreased from 18.11 to 16.51 minutes, contributing to improved operational performance and achievement of the production target. Abstrak. PT Bukit Asam Tbk merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, dengan luas Izin Usaha Pertambangan (IUP) sekitar 2.861,21 hektare. Dalam kegiatan pengupasan overburden, perusahaan menggunakan excavator Komatsu PC-2000 sebagai alat muat dan dump truck HD-785 sebagai alat angkut. Namun, target produksi belum tercapai karena geometri jalan angkut belum sepenuhnya memenuhi standar Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018 dan AASHTO. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi geometri jalan angkut dan menganalisis pengaruhnya terhadap produktivitas alat muat dan alat angkut. Parameter yang dikaji meliputi lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, grade jalan, jari-jari tikungan, superelevasi, cross slope, dan rimpull. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar jalan lurus berkisar 18,25–39,88 m, lebar jalan tikungan 22,23–42,42 m, dan grade jalan 0,36–17,61%, sehingga diperlukan perbaikan pada satu segmen yang melebihi batas maksimum 12%. Nilai superelevasi sebesar 0–4,65% juga ditingkatkan melalui simulasi. Setelah perbaikan geometri jalan, produktivitas alat muat meningkat dari 551,08 menjadi 711,49 BCM/jam dan alat angkut dari 550,58 menjadi 638,08 BCM/jam. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penurunan cycle time alat angkut dari 18,11 menit menjadi 16,51 menit sehingga target produksi perusahaan dapat tercapai.
Rancangan Sequence Penambangan Batubara Tipe 3A Pit 81W Tambang Batubara PT Antareja Mahada Makmur Jobsite PIK Faizal Akbar Fachrezy; Dudi Nasrudin; Linda Pulungan
Bandung Conference Series: Mining Engineering 141 - 150
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtract. This research aims to design an optimized short-term mine sequence to fulfill the specific production target of type 3A coal for the September 2025 period at Pit 81W, PT Antareja Mahada Makmur (AMM), Perkasa Inakakerta Jobsite. The main problem lies in the uncertainty of the tonnage distribution of type 3A coal, which requires high-precision scheduling. The research methodology integrates geological modeling using software and software-based scheduling on seams S74, S79, S79U1, S80, and S81. The optimization results indicate that the total production of type 3A coal reached 202,629 tons, exceeding the company's initial target of 121,338 tons. The volume of overburden removed was 1,469,974 BCM with an optimized stripping ratio (SR) of 7.00, lower than the initial target of 7.51. This success is based on the application of Standard Operational Parameters (SPO) with a Machine Availability (MA) of 90%, Physical Availability (PA) of 90%, Utilization of Availability (UA) of 66.5%, and average Effective Working Hours (EWH) of 14.35 hours. The use of software significantly improved the accuracy of synchronization between mine advancement and the allocation of mechanical units. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang urutan penambangan (mine sequence) jangka pendek yang dioptimalkan untuk pemenuhan target produksi batubara spesifik tipe 3A pada periode September 2025 di Pit 81W, PT Antareja Mahada Makmur (AMM), Jobsite Perkasa Inakakerta. Permasalahan utama terletak pada ketidakpastian distribusi tonase batubara tipe 3A yang memerlukan penjadwalan presisi tinggi. Metodologi penelitian mengintegrasikan pemodelan geologi menggunakan perangkat lunak dan penjadwalan berbasis perangkat lunak per pada seam S74, S79, S79U1, S80, dan S81. Hasil optimasi menunjukkan total produksi batubara tipe 3A mencapai 202.629 ton, melampaui target awal perusahaan sebesar 121.338 ton. Volume overburden yang dipindahkan sebesar 1.469.974 BCM dengan stripping ratio (SR) hasil optimasi sebesar 7,00, lebih rendah dibandingkan target awal 7,51. Keberhasilan ini didasarkan pada penerapan Standar Parameter Operasional (SPO) dengan nilai Machine Availability (MA) 90%, Physical Availability (PA) 90%, Utilization of Availability (UA) 66,5%, dan rata-rata Effective Working Hours (EWH) 14,35 jam. Penggunaan perangkat lunak secara signifikan meningkatkan akurasi sinkronisasi antara kemajuan tambang dengan alokasi unit mekanis.