Pembelajaran abad ke-21 menuntut inovasi yang mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sekaligus menghubungkan materi pembelajaran dengan permasalahan nyata di lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran interdisipliner berbasis proyek sosial sebagai model kolaborasi mata pelajaran Sosiologi dan Geografi di SMAIT Nurul Fikri Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 18 siswa kelas XI IPS serta dua orang guru mata pelajaran Sosiologi dan Geografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interdisipliner berbasis proyek sosial dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu stimulasi materi, pembentukan kelompok, penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan proyek sosial, dan penyusunan laporan sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi mata pelajaran Sosiologi dan Geografi mampu membantu siswa memahami fenomena sosial secara lebih komprehensif dengan menghubungkan aspek sosial dan keruangan dalam menganalisis permasalahan masyarakat. Pelaksanaan proyek sosial juga menunjukkan karakteristik service learning karena mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan dan pendampingan belajar bagi anak-anak jalanan. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, pembelajaran ini berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi abad ke-21, terutama kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta penguatan empati dan tanggung jawab sosial peserta didik. Meskipun demikian, implementasi pembelajaran masih menghadapi tantangan berupa koordinasi antarguru dan pengelolaan waktu proyek, yang diatasi melalui perencanaan kolaboratif dan pemanfaatan media digital sebagai pendukung pembelajaran.