Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi nilai ekonomi Bontang Mangrove Park (BMP) sebagai kawasan hutan konservasi dan ekowisata, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Ekosistem mangrove di Taman Nasional Kutai, khususnya di wilayah Bontang, menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia seperti pertambakan ilegal yang menggerus keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, diperlukan model konservasi yang mampu mengintegrasikan nilai ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat guna memastikan keberlanjutan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada responden masyarakat serta pengunjung. Analisis nilai ekonomi dilakukan dengan pendekatan Total Economic Value (TEV), yang mencakup Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM). Data dianalisis secara statistik deskriptif dan menggunakan uji korelasi serta regresi melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang sangat signifikan (R = 0,98) antara variabel potensi ekonomi dan program konservasi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Analisis SWOT merekomendasikan strategi kekuatan-peluang (SO) melalui optimalisasi fasilitas ekowisata, seperti jalur tracking dan menara pandang, serta penguatan keterlibatan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata dan penyedia produk lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan BMP melalui pendekatan eduwisata dan kolaborasi multipihak efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.