This study is motivated by the importance of character education in responding to globalization and technological advancement, which have contributed to the decline of students' moral values. The focus of this research is to examine the contribution of Christian Religious Education (CRE) teachers in shaping students' character at SMA Kristen 1 Surakarta based on Thomas Lickona's character theory, which includes moral knowing, moral feeling, and moral action. This study employed a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observation, and documentation involving one CRE teacher and eight students selected purposively. The findings indicate that the CRE teacher plays a crucial role as an educator, guide, and role model in instilling Christian values such as love, honesty, responsibility, discipline, and care for others. The strategies applied include contextual learning, devotion activities, case discussions, habituation, and personal approach. The study also reveals positive changes in students' character, although gaps remain due to environmental, family, and social media influences. In conclusion, character formation requires continuous internalization of values through teacher exemplification and strong collaboration between school, family, and social environment to ensure holistic and sustainable character education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi yang berdampak pada penurunan moralitas peserta didik. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis kontribusi guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembentukan karakter siswa di SMA Kristen 1 Surakarta berdasarkan teori Thomas Lickona yang mencakup moral knowing, moral feeling, dan moral action. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi terhadap satu guru PAK dan delapan siswa yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK menjalankan peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian. Strategi yang diterapkan meliputi pembelajaran kontekstual, renungan harian, diskusi kasus, pembiasaan positif, dan pendekatan personal. Penelitian mendokumentasikan adanya peningkatan karakter siswa, meskipun tantangan akibat pengaruh media sosial dan lingkungan keluarga masih ditemukan. Kesimpulannya, pembentukan karakter memerlukan internalisasi nilai yang konsisten melalui keteladanan guru serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial masyarakat.