Efektivitas organisasi sangat bergantung pada tingkat produktivitas sumber daya manusia yang dipengaruhi oleh aspek psikologis dan kompetensi teknis. Terdapat celah empiris mengenai bagaimana motivasi kerja mampu bertindak sebagai penopang ketika kemampuan kerja berada dalam titik jenuh, atau sebaliknya. Masih sedikit penelitian yang membedah secara spesifik interaksi kedua variabel ini pada konteks distributor lokal dengan jumlah tenaga kerja terbatas, di mana setiap individu memiliki peran ganda yang sangat menentukan alur produksi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Produktivitas Kerja. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, data dihimpun dari 30 responden melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,90). Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kedua variabel independen memberikan pengaruh signifikan terhadap produktivitas (F = 92,210; p < 0,05). Secara parsial, meskipun kedua variabel berpengaruh positif, Kemampuan Kerja ditemukan sebagai faktor yang paling dominan dalam menentukan capaian produktivitas (t = 7,686$). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,863 membuktikan bahwa model ini mampu menjelaskan 86,3% variansi produktivitas. Hasil ini menyiratkan pentingnya integrasi antara manajemen motivasi dan pengembangan kapasitas kerja untuk mencapai performa organisasi yang optimal. Organizational excellence is inherently tied to human resource productivity, which emerges from a delicate interplay between psychological drive and technical mastery. However, an empirical gap remains concerning how work motivation serves as a buffer when technical proficiency reaches a plateau, particularly within the constrained environment of local distributors. In such settings, where limited staff must juggle multifaceted roles, individual performance becomes the linchpin of the entire production chain. This study empirically examines the influence of Work Motivation and Work Ability on Employee Productivity. Employing a quantitative design, data were gathered from 30 respondents using instruments with high internal consistency (Cronbach’s Alpha > 0.90). The relationships were analyzed through multiple linear regression. The findings demonstrate that Work Motivation and Work Ability simultaneously exert a significant impact on productivity ($F = 92.210; p < 0.05$). Partially, while both factors contribute positively, Work Ability emerged as the primary catalyst for productivity gains ($t = 7.686$). The Adjusted R Square of 0.863 confirms that the model accounts for 86.3% of the variance in productivity. These results suggest that technical competence remains the dominant driver of output in labor-limited contexts. Consequently, organizations must strategically integrate motivation management with rigorous capacity building to sustain peak performance.