Mohamad Subur Drajat
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat melalui Aplikasi Sapawarga Rian Juniar Syah; Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations 189-196
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24231

Abstract

Abstract. Digital transformation drives the government to provide public services that are more effective, transparent, and participatory. One innovation by the West Java Provincial Government is the Sapawarga application, which offers a digital platform for public complaints. This study aims to analyze the communication activities of the West Java Province Communication and Informatics Agency (Diskominfo) in managing public complaint services via the Sapawarga application. A qualitative method with a case study approach was employed. Data were gathered through in-depth interviews, observation, and document analysis involving Diskominfo staff, complaint service administrators, and members of the public using the Sapawarga application. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Diskominfo West Java’s communication activities are carried out through integrated communication planning, implementation, and evaluation within the management of complaint services. Diskominfo acts as a communication bridge between the public and regional government agencies, facilitating processes such as verification, disposition, and inter-agency coordination to follow up on each complaint. The findings also reveal that effective two-way communication, structured bureaucratic coordination, information transparency, and continuous evaluation are key factors in improving complaint resolution, strengthening public trust, and encouraging public participation in utilizing the Sapawarga application as a digital public communication channel for the local government.   Abstrak. Transformasi digital mendorong pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan partisipatif. Salah satu inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah aplikasi Sapawarga yang menyediakan layanan pengaduan masyarakat secara digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat dalam mengelola layanan pengaduan masyarakat melalui aplikasi Sapawarga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai Diskominfo Provinsi Jawa Barat, admin layanan pengaduan, dan masyarakat pengguna aplikasi Sapawarga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas komunikasi Diskominfo Jabar dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi komunikasi yang saling terintegrasi dalam pengelolaan layanan pengaduan. Diskominfo berperan sebagai penghubung komunikasi antara masyarakat dan perangkat daerah melalui proses verifikasi, disposisi, serta koordinasi lintas instansi dalam menindaklanjuti setiap aduan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi dua arah, koordinasi birokrasi yang terstruktur, transparansi informasi, dan evaluasi berkelanjutan menjadi faktor utama dalam meningkatkan penyelesaian pengaduan, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi Sapawarga sebagai kanal komunikasi publik digital pemerintah daerah.
Aktivitas Komunikasi Digital Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung Pascarestrukturisasi Kenie Eishadhianti; Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations 565-572
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.26164

Abstract

Abstract. The development of digital media encourages local governments to implement more open, responsive, and interactive public communication through social media, including Instagram. In July 2025, the Bandung Regency Government restructured the Tourism and Culture Office by separating it into the Tourism and Creative Economy Office. This restructuring changed the organizational structure, division of tasks, and digital media management. This study aims to describe the digital media activities of the Bandung Regency DISPAREKRAF after restructuring, including public communication message management, digital media management, and human resource management. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation of the official Instagram account @disbudpar.kabbdg, and documentation. Data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion drawing, with source triangulation for validity. The results show that digital media activities are conducted systematically through message planning, theme selection based on work programs and current issues, content packaging, verification, and audience engagement evaluation. Digital media management is supported by coordination, digital technology, and staff competence, but faces limited human resources, high workloads, and lengthy content approval. The study concludes that post-restructuring digital media activities can effectively support public information dissemination through systematic communication planning, organizational coordination, and human resource readiness.   Abstrak. Perkembangan media digital mendorong pemerintah daerah menerapkan komunikasi publik yang lebih terbuka, responsif, dan interaktif melalui media sosial, termasuk Instagram. Pada Juli 2025, Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan restrukturisasi dengan memisahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Restrukturisasi tersebut mengubah struktur organisasi, pembagian tugas, dan pengelolaan media digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas media digital DISPAREKRAF Kabupaten Bandung pascarestrukturisasi, meliputi pengelolaan pesan komunikasi publik, pengelolaan media digital, dan pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi akun Instagram resmi @disbudpar.kabbdg, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas media digital dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan pesan, penentuan tema berdasarkan program kerja dan isu aktual, pengemasan konten, verifikasi, serta evaluasi keterlibatan audiens. Pengelolaan media digital didukung koordinasi, teknologi digital, dan kompetensi pengelola, tetapi menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja tinggi, dan proses persetujuan konten yang panjang. Penelitian menyimpulkan bahwa aktivitas media digital pascarestrukturisasi dapat mendukung penyebaran informasi publik secara efektif melalui perencanaan komunikasi sistematis, koordinasi organisasi, dan kesiapan sumber daya manusia.
Kepribadian dan Pola Komunikasi dalam Praktik Kepemimpinan Perempuan pada Startup Business Pariwisata Ranisa Cahyaning Asri; Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations 621-630
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.26229

Abstract

Abstract. The rapid growth of startups in Indonesia, particularly in the tourism sector, has created increasingly diverse leadership dynamics, including the growing role of women as organizational leaders. This study aims to examine women's leadership practices at TemeninTrip, a tourism startup, by exploring the leader's personality, communication patterns with team members, and leadership practices in sustaining the organization amid business competition. This research employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews and participant observation involving the leader and members of the TemeninTrip team. The findings reveal that women's leadership at TemeninTrip is characterized by a leader who is assertive, caring, open-minded, and visionary, resulting in a participative and supportive leadership style. In addition, the leader implements professional, two-way, and flexible communication, fostering a collaborative and communicative work environment. To sustain the startup, the leader adopts a transformational leadership style that emphasizes inspirational motivation, team empowerment, and the development of a human-centered and cohesive workplace. These findings suggest that the combination of strong leadership characteristics, effective communication, and a transformational leadership approach plays a significant role in supporting the sustainability of tourism startups.   Abstrak. Perkembangan startup di Indonesia, khususnya pada sektor pariwisata, mendorong munculnya dinamika kepemimpinan yang semakin beragam, termasuk meningkatnya peran perempuan sebagai pemimpin organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kepemimpinan perempuan pada Temenintrip sebagai startup pariwisata dengan mengkaji kepribadian pemimpin, pola komunikasi yang dibangun bersama anggota tim, serta praktik kepemimpinan dalam mempertahankan organisasi di tengah persaingan bisnis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang melibatkan pemimpin serta anggota tim Temenintrip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan di temeninTrip ditandai oleh kepribadian pemimpin yang tegas, peduli, terbuka, dan visioner sehingga membentuk gaya kepemimpinan yang partisipatif dan suportif. Selain itu, pemimpin menerapkan pola komunikasi yang profesional, dua arah, dan fleksibel sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan komunikatif. Dalam mempertahankan keberlangsungan startup, pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan transformasional yang berfokus pada pemberian motivasi inspiratif, pemberdayaan tim, serta pembentukan lingkungan kerja yang humanis dan solid. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi karakter kepemimpinan, komunikasi yang efektif, dan pendekatan transformasional berperan penting dalam mendukung keberlanjutan startup pariwisata.Praktik tersebut tercermin dalam kepemimpinan transformasional yang mampu memperkuat loyalitas tim, menanamkan nilai organisasi, dan mengembangkan potensi anggota sehingga mendukung keberlangsungan startup.