Muhammad E. Fuady
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Komunikasi Persuasif Barista dalam Praktik Upselling di Ruang Ketiga Coffee Muhammad Alief Gusdyan; Muhammad E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations 223-232
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24765

Abstract

Abstract. The rapid growth of the coffee shop industry in Bandung has intensified competition and encouraged businesses such as Ruang Ketiga Coffee to adopt the Third Place concept that prioritizes social interaction and closeness with customers. Within such familiar relationships, upselling requires a non-coercive communication approach, yet no structured persuasive communication strategy is available for baristas. This study aims to describe and analyze baristas’ persuasive communication strategies in humanistic and adaptive upselling. It uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving five informants, namely two baristas, two customers, and one owner, then analyzed using the Miles and Huberman model with source and method triangulation. The findings show that baristas conduct upselling through the AIDA stages applied situationally, supported by verbal, nonverbal, and message personalization that reflect DeVito’s interpersonal communication qualities. The obstacles are relational and situational and are handled adaptively. Trust becomes the main link between social and psychological factors and the success of upselling and customer loyalty within the Third Place philosophy.   Abstrak. Pertumbuhan pesat industri kedai kopi di Kota Bandung menciptakan persaingan yang ketat dan mendorong pelaku usaha seperti Ruang Ketiga Coffee mengadopsi konsep Third Place yang mengutamakan interaksi sosial dan kedekatan dengan pelanggan. Di tengah relasi yang akrab tersebut, praktik upselling menuntut pendekatan komunikasi yang tidak memaksa, namun belum tersedia strategi komunikasi persuasif yang terstruktur bagi barista. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi persuasif barista dalam praktik upselling yang humanis dan adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan, yaitu dua barista, dua pelanggan, dan satu pemilik, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan barista menjalankan upselling melalui tahapan Model AIDA yang diterapkan secara situasional, didukung komunikasi verbal, nonverbal, dan personalisasi pesan yang mencerminkan kualitas komunikasi interpersonal DeVito. Kendala yang muncul bersifat relasional dan situasional serta diatasi melalui pendekatan adaptif. Kepercayaan menjadi penghubung utama antara faktor sosial dan psikologis dengan keberhasilan upselling dan loyalitas pelanggan dalam bingkai filosofi Third Place.
Strategi Multimedia KAI dalam memproduksi konten @keretaapikita Faikar Hilmi Sulaeman; Muhammad E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations 267-274
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24926

Abstract

Abstract. The rapid development of social media has encouraged organizations to adapt their communication strategies to become more creative, interactive, and strategic. PT Kereta Api Indonesia (KAI), as Indonesia's national railway company, utilizes digital platforms, particularly Instagram through its official account @keretaapikita, as a Public Relations medium to build a positive corporate image and strengthen relationships with the public. This study aims to analyze the Public Relations strategies implemented by PT KAI's Multimedia Team in the planning, production, and evaluation of Instagram content, as well as to identify the supporting and inhibiting factors affecting these strategies. This research employs a qualitative method with a case study approach based on the constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observations, documentation, and digital data exploration. The data were analyzed using thematic analysis to understand the meanings and interpretations of the communication actors. This study is grounded in the New Media Theory and Communication Management Theory, including the Four-Step Public Relations Process model proposed by Cutlip, Center, and Broom. The findings indicate that the Public Relations strategy is implemented systematically through content planning, production, and evaluation. The resulting content has successfully fostered two-way communication and strengthened the company's positive corporate image. However, several challenges were identified, including limited production time and the dynamic nature of public issues. Overall, the strategy is considered effective in supporting digital communication and contributing to sustainable organizational development.   Abstrak. Perkembangan media sosial yang pesat mendorong organisasi untuk menyesuaikan strategi komunikasi agar lebih kreatif, interaktif, dan strategis. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai perusahaan transportasi nasional memanfaatkan platform digital, khususnya Instagram melalui akun resmi @keretaapikita, sebagai sarana Public Relations untuk membangun citra positif perusahaan dan memperkuat hubungan dengan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Public Relations yang diterapkan oleh Tim Multimedia PT KAI dalam proses perencanaan, produksi, dan evaluasi konten Instagram, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta penelusuran data digital. Analisis data dilakukan secara tematik untuk memahami makna dan interpretasi para pelaku komunikasi. Penelitian ini mengacu pada Teori New Media dan Teori Manajemen Komunikasi, termasuk model empat tahap Cutlip, Center, dan Broom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dilakukan secara sistematis melalui perencanaan, produksi konten, dan evaluasi. Konten yang dihasilkan mampu membangun komunikasi dua arah, serta memperkuat citra positif perusahaan. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu produksi dan dinamika isu publik. Secara keseluruhan, strategi ini dinilai efektif dalam mendukung komunikasi di era digital dan pengembangan organisasi berkelanjutan.
Membangun Kepekaan Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan melalui Media Sosial Muhammad Rangga Adhan; Muhammad E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations 455-464
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.25932

Abstract

Abstract. The internet and existing technological advances have produced long-distance communication applications that allow humans to update their whereabouts and activities at that time, social media applications such as Instagram, TikTok, Facebook, and X have become something consumed every day by humans today. Social media has a very significant role in the formation and dissemination of public opinion in today's digital era. As an open two-way communication platform, social media allows every individual to express opinions, share information, and respond to current issues quickly and massively. This study uses a quantitative method with a quantitative descriptive study approach to determine the social media activities of @bdg.dlh in building public awareness in protecting the environment. The research population is the followers of the @bdg.dlh account. The sampling technique uses the Slovin formula to determine how many samples are needed, in this study a sample of 100 people was obtained from the total population or followers of @bdg.dlh. The results of the study show that @bdg.dlh's social media activities have succeeded in getting their followers to follow their campaign, which in this study is environmental sensitivity. This is in accordance with the SoMe Model where an organization/brand requires stages to further encourage/make its campaign successful. Abstrak. Internet dan kemajuan teknologi yang ada menghasilkan aplikasi komunikasi jarak jauh yang memungkinkan manusia mengupdate keberadaan serta aktifitasnya pada saat itu juga, aplikasi media sosial seperti instagram, tiktok, facebook, dan X sudah menjadi hal yang dikonsumsi setiap harinya oleh manusia saat ini. Media sosial memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan dan penyebaran opini publik di era digital saat ini. Sebagai platform komunikasi dua arah yang bersifat terbuka, media sosial memungkinkan setiap individu untuk menyarakan pendapat, berbagi informasi, serta merespons isu-isu aktual secara cepat dan masif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif kuantitatif untuk mengetahui aktivitas media sosial @bdg.dlh dalam membangun kepekaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Populasi penelitian adalah followers akun @bdg.dlh. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin untuk menentukan berapa banyak sampel yang dibutuhkan, pada penelitian ini didapatkan sampel dengan jumlah 100 orang dari jumlah populasi atau followers @bdg.dlh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas media sosial @bdg.dlh berhasil membuat followersnya mengikuti apa yang mereka kampanyekan, dalam penelitian ini yaitu kepekaan terhadap lingkungan, hal ini sesuai dengan Model of SoMe dimana sebuah organisasi/brand memerlukan tahapan-tahapan untuk lebih mendorong/menyukseskan kampanyenya.