Pembelajaran matematika yang dilakukan disetiap jenjang pendidikan dikatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran matematika telah tercapai. Salah satu permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran adalah rendahnya hasil belajar Matematika siswa. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai merupakan kemampuan dan keterampilan dasar yang mesti dimiliki oleh seorang guru. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa ketepatan guru dalam memilih model pembelajaran diduga akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang diterapkan selama ini didominasi oleh pembelajaran langsung. Dari kenyataan yang ditemukan di lapangan, maka harus ada upaya memperbaiki proses pembelajaran. Salah satu inoV-Asi pembelajaran yang ditawarkan untuk membantu siswa meningkatkan penguasaan konsepnya adalah dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Sehingga penulis berinisiatif melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri Wangkanapi, tujuannya adalah untuk mengetahui efektiVtas model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Wangkanapi. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Wangkanapi yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas V-A dan kelas V-B. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi lapangan dan tes objektif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah mampu memberikan dampak terhadap hasil belajar siswa dan lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran langsung.