Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA RASIONAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETEPATAN PERSEPSI MASYARAKAT DI DESA KRIKILAN, KECAMATAN DRIYOREJO, KABUPATEN GRESIK Adinugraha Amarullah; Herni Setyawati; Rully Fidayatul Akhmad Syah Putri; Amanda Amellia Putri; Karina Dwi Maghfiroh; Nurika Sofiani; Ferlya Salsadira; Thesa Jeane Gabriela Wuda Raga
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2026): Abdi Wina Edisi Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/e2jjfy67

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperbaiki pemahaman warga Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, mengenai penggunaan antibiotik yang tepat serta konsep Beyond Use Date (BUD), mengingat banyak masyarakat yang masih percaya bahwa antibiotik efektif untuk mengatasi flu, batuk, pilek, dan demam yang biasanya disebabkan oleh virus. Materi yang disampaikan meliputi pembeda antara infeksi bakteri dan virus, petunjuk serta pedoman penggunaan antibiotik, bahaya resistensi antibiotik, serta penjelasan BUD pada bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, sirup, dan sirup kering. Pelaksanaannya dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta distribusi leaflet, dengan penilaian melalui pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang bermakna dalam pemahaman warga tentang peran antibiotik, pentingnya mengikuti aturan penggunaan, serta kesadaran terhadap batas waktu pemakaian obat setelah kemasan dibuka atau dicampur, yang dalam analisisnya menunjukkan bahwa edukasi berhasil mengoreksi kesalahpahaman dan mendorong penggunaan antibiotik yang lebih bijak. Kesimpulannya, program edukasi penggunaan antibiotik yang berfokus pada pemahaman BUD dapat meningkatkan kesadaran dan akurasi persepsi masyarakat, sehingga berpotensi mengurangi risiko penyalahgunaan antibiotik dan resistensi di tingkat masyarakat.