Sungai Belangak merupakan salah satu anak sungai yang terletak di Desa Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti mandi, mencuci, menangkap ikan, pertambangan batu, dan perkebunan kelapa sawit. Aktivitas tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Struktur Komunitas Makrozoobentos serta hubungan antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025 di tiga stasiun menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Surber net berukuran 50×50 cm (mesh size 1 mm) dan dilakukan empat kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total makrozoobentos sebanyak 652 individu yang terdiri dari 11 ordo, 14 famili, dan 14 genus. Genus dominan berbeda di setiap stasiun, yaitu Pseudagrion pada Stasiun I, Hydropsyche pada Stasiun II, danLeptophlebia pada Stasiun III. Kepadatan tertinggi terdapat pada Stasiun I (1048 ind/m²) dan terendah pada Stasiun II (684 ind/m²). Nilai indeks keanekaragaman (H’=1,08-1,11) termasuk dalam kategori sedang, keseragaman (E=0,94-0,96) termasuk dalam kategori tinggi, dan dominasi (D=0,07-0,09) termasuk dalam kategori rendah. Parameter lingkungan seperti suhu, pH, DO, dan BOD masih memenuhi baku mutu air kelas II, III dan IV berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, namun hasil uji korelasi Pearson menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan (p>0,05) antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos. Kondisi ini menunjukan bahwa faktor aktivitas manusia dan masukan bahan organik lebihberpengaruh terhadap struktur komunitas makrozoobentos di Sungai Belangak.