p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Junior Medical Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 Dan Pandangannya Menurut Islam Putri, Geby Zalbila; Pusparini, Miranti; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.3943

Abstract

Pendahuluan: Hybrid learning merupakan sebuah pola pembelajaran kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Metode hybrid learning membuat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dengan jadwal yang padat dan aktivitas yang monoton sehingga hal ini dapat memunculkan kejenuhan pada diri mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2021 dan pandangannya menurut Islam.Metodologi: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif secara observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 180 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Google Form. Uji statistik memakai uji Chi-Square, Mann-Whitney dan Kolmogorov-Smirnov.Hasil: Pada penelitian ini terdapat 98 (54,4 %) mahasiswa yang mengalami kejenuhan tingkat sedang. Hasil analisa uji Kolmogorov-Smirnov didapatkan p-value sebesar 0,011 yang berarti nilai tersebut < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan dan tidak terdapat pengaruh antara jenis kelamin dan usia dengan kejenuhan.Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan.
Hubungan Penyuluhan dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Pubertas Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama 21 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Chandra Satya Rentiana Assy, Raveena; Herlinawati, Sri Wahyu; Pusparini, Miranti; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4054

Abstract

KATA KUNCI ​ Pubertas, Penyuluhan, Tingkat Pengetahuan, Remaja, Masa Remaja.ABSTRAK​ Penelitian terkait pengaruh penyuluhan dengan tingkat pengetahuan mengenai pubertas dilaksanakan di SMPN 21 Jakarta yang merupakan tempat bagi siswa yang sedang dalam tahap periode masa remaja. Dengan menggunakan metode kuantitatif pendekatan Quasi Experimental dan rancangan penelitian yang digunakan adalah One group Pre test Post Test. Penelitian dilakukan dengan kuesioner pre test dan post test yang diisi oleh 70 siswa sebagai sampel dengan intervensi penyuluhan. Hasil rata-rata nilai post test lebih besar dari nilai pre test dengan selisih sebesar 11.64 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah penyuluhan dibandingkan sebelum penyuluhan. Uji T paired sample menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan mengenai pubertas sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (Sig. 0,000).Dalam Islam, dengan adanya penyuluhan yang dilakukan dengan baik dan tepat membantu dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pubertas. KEYWORDS ​ Puberty, Counseling, knowledge level, teenager, adolescence. ABSTRACT​ The research related to the influence of counseling on the level of knowledge about puberty was conducted at SMPN 21 Jakarta, which is a place for students in the adolescent stage. Using a quantitative method with a Quasi Experimental approach and the research design employed was the One-group Pretest-Posttest. The study was carried out with pretest and posttest questionnaires filled out by 70 students as samples with counseling intervention. The average post-test score was higher than the pre-test score, with a difference of 11.64, indicating an increase in students' knowledge after the counseling compared to before the counseling. Paired sample T-test showed a significant influence on the level of knowledge about puberty before and after the counseling was conducted (Sig. 0.000). In Islam, effective and appropriate counseling helps enhance knowledge about puberty.
Hubungan Penyuluhan Kesehatan dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Pengaruh Lingkungan Penyebab Diare pada Anak Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rossa Try Julia Siswandi; Herlinawati, Sri Wahyu; Pusparini, Miranti; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penyuluhan kesehatan dan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengaruh lingkungan terhadap diare di SMP Global Islamic School Jakarta. Diare adalah penyakit yang sering menyerang anak-anak, dengan kebersihan lingkungan yang buruk sebagai faktor utama penyebabnya. Penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah diare. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari 120 siswa, yang dipilih dengan metode one group pre-test dan post-test menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan siswa tentang faktor lingkungan yang menyebabkan diare, baik sebelum maupun setelah penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa setelah penyuluhan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penyuluhan kesehatan dan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengaruh lingkungan terhadap diare (p < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan agar penyuluhan kesehatan dilakukan secara berkala di sekolah untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dalam pencegahan diare. Dalam pandangan Islam, kebersihan adalah bagian dari iman, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW, yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Oleh karena itu, penyuluhan kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tetapi juga sejalan dengan prinsip-prinsip kesehatan dalam Islam untuk pencegahan diare.
The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and its Review According to Islam Ahmad, Zebah; Sri Wahyu Herlinawati; Pusparini, Miranti; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4823

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi, terutama di negara berpenghasilan rendah. Polusi udara, termasuk PM2.5, berkontribusi signifikan terhadap kasus ISPA, dengan anak-anak sebagai kelompok rentan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait kesehatan memainkan peran penting dalam menekan prevalensi ISPA. Penyuluhan kesehatan berbasis Islam dapat menjadi solusi efektif, mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan nilai-nilai agama. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tetapi juga memperkuat akidah, membentuk individu berilmu dan berakhlak mulia. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan yang menggunakan pendekatan one group pre test dan post test. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School, Jakarta Timur dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Sampel pada penelitian ini berjumlah 125 responden. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pada tingkat pengetahuan baik dari 94 siswa (75.2%) menjadi 122 siswa (97.6%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, nilai Z diperoleh sebesar -6,794 dengan nilai signifikansi 0.001 (sig < 0.05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang positif antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab ISPA pada siswa SMP Global Islamic School. Penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan tentang polusi udara penyebab ISPA dalam perspektif Islam. Hal ini sejalan dengan Maqasid Syariah, yang menekankan pentingnya menjaga jiwa (Muhafazah al-Nafs) dan akal (Muhafazah al-Aql) melalui edukasi kesehatan untuk mencegah penyakit dan mendukung kesejahteraan umat. Introduction: Acute Respiratory Infections (ARI) are a major cause of morbidity and mortality, particularly in low-income countries. Air pollution, including PM2.5, significantly contributes to ARI cases, with children as a vulnerable group. Public knowledge and behavior play crucial roles in reducing ARI prevalence. Islamic-based health counseling integrates health education with religious values, enhancing public awareness while reinforcing faith and nurturing noble individuals. Method: This quasi-experimental study employed a one-group pre-test and post-test design, conducted at Global Islamic School Junior High School, East Jakarta. Primary data were collected using a questionnaire from 125 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Result: After counseling, the proportion of students with good knowledge increased from 75.2% (94 students) to 97.6% (122 students). The Wilcoxon test yielded a Z value of -6.794 with a significance level of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant improvement in knowledge after the intervention. Conclusion: There is a significant positive relationship between health counseling and students' knowledge about air pollution as a cause of ARI. Counseling is effective in improving knowledge within an Islamic perspective, aligning with Maqasid Sharia, which emphasizes protecting the soul (Muhafazah al-Nafs) and intellect (Muhafazah al-Aql) through health education. This approach not only prevents disease but also supports the welfare of the community, demonstrating the potential of integrating religious and health education to address public health challenges.