Rifdah Salsabila Apni
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Pemahaman Hadis tentang Fenomena Fatherless terhadap Peran Ayah dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak Rifdah Salsabila Apni; Muhajirin; Hedhri Nadhiran
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i2.661

Abstract

Fenomena fatherless merupakan persoalan keluarga yang tidak hanya berkaitan dengan ketidakhadiran fisik ayah, tetapi juga dengan hilangnya fungsi pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan keteladanan dalam kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tanggung jawab dan peran ayah dalam hadis Nabi SAW serta merekonstruksinya sebagai kerangka konseptual untuk memahami fenomena fatherless dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode maudhu'i (tematik) dalam studi hadis. Analisis dilakukan melalui identifikasi dan seleksi hadis yang berkaitan dengan tanggung jawab keluarga, kepemimpinan, kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan pembentukan moral anak; dilanjutkan dengan pengelompokan hadis berdasarkan tema, analisis makna melalui syarah hadis, serta sintesis dengan temuan penelitian empiris dan perspektif pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam hadis mencakup dimensi amanah kepemimpinan, pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan keteladanan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa fatherless tidak hanya berbentuk physical absence, tetapi juga functional dan psychological absence ketika ayah hadir secara fisik tetapi tidak menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan konsep prophetic fathering yang mensintesiskan lima prinsip, yaitu amanah, rahmah, ta'dib, ri'ayah, dan uswah, sebagai kerangka konseptual untuk memperluas kajian hadis tentang keluarga sekaligus memperkuat praktik pendidikan Islam dalam merespons fenomena fatherless. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk menguji konsep tersebut secara empiris pada berbagai konteks keluarga.