Media sosial telah menjadi salah satu ruang penting bagi remaja untuk mengakses, menafsirkan, dan mendiskusikan informasi keagamaan. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus risiko bagi pembentukan sikap moderasi beragama peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penggunaan media sosial, tingkat sikap moderasi beragama, serta pengaruh penggunaan media sosial terhadap sikap moderasi beragama pada peserta didik kelas X SMK Negeri 3 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 430 peserta didik yang tersebar pada 12 kelas, sedangkan sampel sebanyak 82 responden ditentukan melalui proportional cluster random sampling dengan perhitungan Slovin pada taraf kelonggaran 10%. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi sebesar 82,9%, sedangkan sikap moderasi beragama berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi sebesar 98,8%. Model regresi menghasilkan R = 0,721, R² = 0,519, F = 86,440, t = 9,297, dan p < 0,001, dengan persamaan Y = 16,836 + 0,990X. Dengan demikian, penggunaan media sosial memiliki hubungan prediktif positif dan signifikan dengan sikap moderasi beragama; model menerangkan 51,9% variasi skor moderasi beragama pada sampel. Temuan menegaskan pentingnya penguatan literasi digital-keagamaan, kurasi sumber keagamaan, dan pemanfaatan media sosial secara pedagogis oleh sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam