Stefany Putri Agatha P
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Website Self-Management dalam Layanan Bimbingan Klasikal terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA: Studi Kuasi Eksperimental Stefany Putri Agatha P; Budi Astuti; Afanin Halqim
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/he29k460

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan dan keberhasilan siswa dalam belajar. Penelitian ini menguji efektivitas website self-management yang diintegrasikan dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control group, dengan alokasi pada tingkat kelas/sekolah, bukan randomisasi individual. Partisipan berjumlah 120 siswa dari empat SMA di Kota Yogyakarta: 64 siswa kelompok eksperimen dan 56 siswa kelompok kontrol. Kedua kelompok mengisi skala motivasi belajar sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok eksperimen memperoleh bimbingan klasikal berbantuan website self-management dalam tiga pertemuan yang mencakup penetapan tujuan, penyusunan rencana aksi, serta pemantauan dan evaluasi diri, sedangkan kelompok kontrol memperoleh bimbingan klasikal tanpa website. Efektivitas diuji menggunakan analisis kovarians (ANCOVA), dengan skor post-test sebagai variabel dependen, kelompok sebagai variabel independen, dan skor pre-test sebagai kovariat. Secara deskriptif, rata-rata motivasi kelompok eksperimen meningkat dari 60,28 menjadi 77,50, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 62,68 menjadi 75,00. Setelah skor pre-test dikendalikan, kelompok eksperimen menunjukkan skor motivasi post-test yang lebih tinggi dibandingkan kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa website self-management dapat mendukung layanan bimbingan klasikal apabila disertai fasilitasi konselor, akses digital yang memadai, dan pelaksanaan sesuai durasi yang direncanakan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada desain yang tidak sepenuhnya acak dan durasi intervensi yang singkat.