Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Mindset Pengurus, Tata Kelola, dan Transparansi Finansial Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) : Studi Kegiatan Community Development di Kecamatan Tapos, Kota Depok Ridho Ferdian; Silva Sayyidah Hasanah; Putri Nabila Airiyanti; Mayyada Sabrina; Meriyana Adinda Putri; Utamia Nurhaliza; Irene Ferro Cyanida; Ahmad Syarif Hidayat; Andi Primafira Bumandava Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Program Pemberdayaan Masyarakat Nasional Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat : Program Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh Indonesia, sebagaimana diamanatkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025, ternyata tidak serta-merta diikuti kesiapan pengurus di lapangan. KKMP se-Kecamatan Tapos, Kota Depok, misalnya, masih menghadapi kendala pada cara pandang pengurus dalam menjalankan organisasi, tata kelola yang belum tertib sesuai regulasi KKMP, dan pencatatan keuangan yang belum mengacu pada kebijakan akuntansi koperasi yang berlaku. Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Akuntansi STIE MBI menyelenggarakan kegiatan Community Development bertema “KMP Berdaya: Penguatan Mindset Pengurus, Tata Kelola Sehat, dan Transparansi Finansial” dalam bentuk seminar bagi pengurus KKMP se-Kecamatan Tapos. Kegiatan memuat tiga materi berurutan yang disampaikan oleh narasumber ahli, yaitu mindset perkoperasian, tata kelola koperasi sesuai kaidah dan regulasi KKMP, serta akuntansi koperasi berbasis Peraturan Menteri Koperasi UKM No. 2 Tahun 2024, dengan pre-test dan post-test sebagai alat ukur pemahaman peserta. Diskusi selama kegiatan mengungkap sejumlah persoalan lapangan, antara lain pengurus yang belum aktif, program kerja yang belum berjalan optimal, serta belum tersedianya aplikasi pencatatan administrasi koperasi. Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati kejelasan pembagian tugas ketua, sekretaris, dan bendahara, serta penggunaan aplikasi SAKTI atau Microsoft Excel sebagai alat bantu pencatatan sementara. Kegiatan berjalan sesuai rencana meski masih menyisakan catatan pada pengaturan waktu diskusi dan perlunya pendampingan lanjutan pascakegiatan.