Siti Halima
Universitas Baturaja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KESADARAN POLITIK TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MAHASISWA DALAM MENYIKAPI KASUS OPERASI TANGKAP TANGAN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2025 (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BATURAJA) Siti Halima; Yahnu Wiguno Sanyoto; Eva Susanti
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/3vrnqf24

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi politik mahasiswa di tengah meningkatnya kasus korupsi, khususnya peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2025 yang berpotensi memengaruhi sikap politik generasi muda. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh kesadaran politik terhadap partisipasi politik mahasiswa dalam menyikapi kasus tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2026 di Universitas Baturaja dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji regresi dan uji hipotesis (uji t) dimana t hitung lebih besar daripada t tabel 8,218>1,661 sehingga kesadaran politik berpengaruh terhadap partisipasi politik mahasiswa, dan hipotesis H₁ diterima dan hipotesis H₀ ditolak. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kesadaran politik memberikan kontribusi terhadap partisipasi politik sebesar 41,6%, sedangkan sisanya 58,4% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulannya, semakin tinggi kesadaran politik mahasiswa, maka semakin tinggi pula partisipasi politiknya dalam menyikapi kasus OTT. Disarankan agar mahasiswa meningkatkan keterlibatan aktif dalam kegiatan politik, universitas memperkuat pendidikan politik, dan pemerintah membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi mahasiswa.