Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TENTANG SISTEM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI INDONESIA Yahnu Wiguno Sanyoto
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v2i2.2308

Abstract

Setiap sistem pemilihan baik secara langsung maupun sistem perwakilan mempunyai kebaikan dan keburukan masing-masing, akan tetapi pemerintah harus mengikuti apa yang menjadi keinginan masyarakat. Apakah masyarakat masih menginginkan sistem pemilihan langsung atau ingin kembali dengan sistem perwakilan, karena pada dasarnya pemerintahan dibuat yaitu untuk menyenangkan warga negaranya. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kuantitatif deskriptif, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dan analisis data bersifat kuantitatif/statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang terdiri dari 12 kecamatan yang sudah mempunyai hak memilih. Metode pengambilan sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik random dengan penentuan ukuran sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu masih tetap menginginkan model pemilihan kepala daerah secara langsung. Masyarakat tidak ingin kalau pemilihan kepala daerah kembali diserahkan atau dipilih oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), tentunya dengan beberapa catatan terkait dengan terus dilakukannya perbaikan sistem rekruitmen calon kepala daerah oleh partai politik dan dberikannya kemudahan kepada calon independen, mengingat banyaknya calon yang berkualitas tetapi mereka tidak mau apabila mereka diusulkan melalui partai politik. Kata kunci : pemilihan kepala daerah.
Implementasi Kebijakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2021 Yanti Riani; Marratu Fahri; Yahnu Wiguno Sanyoto
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v3i2.2509

Abstract

ABSTRAK Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan Program Strategis Nasional untuk percepatan pendaftaran dan sertifikasi tanah seluruh wilayah di Indonesia, memberikan kepastian hak dan perlindungan hukum, mengurangi kasus sengketa pertanahan serta untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kasus sengketa pertanahan di masyarakat masih saja terjadi, akibat dari mahalnya biaya pengurusan sertifikat, serta lambatnya proses pendaftaran dan pembuatan sertifikat mengakibatkan masyarakat memilih untuk tidak mengurus sertifikat tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang dilaksanakan 31 Oktober 2023 sampai dengan 22 November 2023. Metodologi yang digunakan adalah Kualitatif, indikator yang dipakai berdasarkan teori Van Meter dan Van Horn antara lain tujuan dan sasaran program, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi ekonomi, sosial, politik dan sikap pelaksana/penerima program. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ogan Komering Ulu belum berjalan maksimal dibuktikan dengan persentase realisasi SHT (surat hak atas tanah) sebanyak 71,54% (tujuh puluh satu koma lima puluh empat persen) sebanyak 28,46% (dua puluh delapan koma empat puluh enam persen) belum dapat terealisasi target SHT nya. Dilihat dari 6 (enam) indikator mengukur implementasi program bahwa indikator paling lemah pada bagian komunikasi antar organisasi dan kurangnya (SDM) tenaga ukur lapangan yang dimana pada saat sosialisasi masih banyak terjadi masalah dan hambatan. Saran dalam penelitian ini perlunya penambahan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pada bagian petugas ukur lapangan serta perlu membuat jadwal dan materi sosialisasi yang mudah dipahami masyarakat.
ANALISIS KRISIS KEPEMIMPINAN PADA CALON TUNGGAL PEMILIHAN KEPALA DAERAH PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 100/PUU-XIII/2015 (STUDI KASUS KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2020): PENDAHULUAN, KAJIAN LITERATUR, METODE PENELITIAN, HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN Deka Eliyana; Aprilia Lestari; Yahnu Wiguno Sanyoto
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v3i2.2607

Abstract

The Symptomps of One Candidates in post-conflict elections regent and deputy regent has become a big rumor since the Constitutional Court Decision which allowed single candidates in post-conflict local elections. Tthe causes one candidate phenomenon in 2020 and the implementation of the post-conflict regional election process in Ogan Komering Ulu Regency. This research results show that the threshold is a factor that limits political participation for small or independent parties, and encourages political strategies to maximize the opportunities of a single candidate. Apart from that, the practice of political dowries also influences the dynamics of candidate selection and power struggles at the local level. These two factors not only influence the candidate selection process but also have the potential to damage the integrity of democracy and inclusive political representation.
PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG PARTISIPATIF Ema Novithania; Yahnu Wiguno Sanyoto; Eva Susanti
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i4.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Analisis Implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Pencegahan Pencemaran Lingkungan (Studi Kasus PT. Semen Baturaja Kabupaten  Ogan Komering Ulu) Violita Habibana Benjo; Yahnu Wiguno Sanyoto; Herni Ramayanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2xdm8259

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Management in pollution prevention at PT Semen Baturaja (Persero) Tbk in Ogan Komering Ulu Regency. The research employs a qualitative method with a case study and institutional approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation from nine key informants selected by purposive sampling. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman. Results show that PT Semen Baturaja has administratively complied with environmental regulations by possessing an Environmental Impact Assessment (AMDAL), employing bag filter technology, conducting periodic air quality monitoring, and receiving the Green PROPER award 2024–2025. However, a gap exists between administrative compliance and empirical conditions, as communities in three ring-1 sub-districts Sukajadi, Talang Jawa, and Air Gading still experience dust pollution, vibrations, and respiratory health complaints. The company's CSR programs are perceived as more socially-oriented than focused on environmental remediation. This study concludes that the success of environmental policy implementation must be measured not only by administrative compliance but also by its actual impact on community and environmental protection.
PERAN DAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) SEBAGAI WADAH ASPIRASI DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK (Good Governance) Reres Anita; Yahnu Wiguno Sanyoto; Rakhmat Saleh; Herni Ramayanti; Reri Arista; Adesti Dwi Hasanah; Anadia Maudi; Wahyu Pratiwi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7590

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan aparatur Desa Fajar Jaya, Kecamatan Lengkit, Kabupaten Ogan Komering Ulu tentang peran dan fungsi BPD sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam mewujudkan pemerintahan desa yang baik (good governance).Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi legislasi, pengawasan, dan aspirasi BPD. Peserta juga memahami pentingnya sinergi antara BPD dan pemerintah desa dalam mewujudkan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada penguatan tata kelola pemerintahan desa yang demokratis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemberdayaan Pemuda Berbasis Karang Taruna Sebagai Upaya Mewujudkan Sustainable Development Goals Desa (Studi di Desa Karet Jaya Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan) Anggun Rizky Yani; Yahnu Wiguno Sanyoto; Eva Susanti
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/b7s6gy51

Abstract

Youth have an important role as agents of change in village development, therefore the existence of Karang Taruna as a youth empowerment institution becomes very strategic in supporting the achievement of Village Sustainable Development Goals (SDGs), especially Goal 17, namely partnerships for village development. However, in Karet Jaya Village, Buay Pemaca District, Ogan Komering Ulu Selatan Regency, the role of Karang Taruna has not functioned optimally, resulting in low youth participation in village development. This study aims to analyze the implementation of Village SDGs Goal 17 through strengthening Karang Taruna institutions in youth empowerment and to identify the factors influencing it. This research was conducted in 2026 using a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving village government officials, Karang Taruna administrators, religious leaders, community leaders, academics, and the general public. The findings show that the strengthening of individual youth capacity has not been supported by sustainable guidance, youth solidarity and cooperation are still situational, and access to facilities, information, and village funding remains limited. These conditions indicate that the partnership between the village government and youth has not been established optimally. Strengthening Karang Taruna institutions, improving village policy transparency, and expanding youth participation are important steps to achieve sustainable village development. Keywords: Youth Empowerment, Karang Taruna, Village SDGs, Village Partnership
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. SURYA BINTANG INDONESIA (Studi Kasus Desa Karang Endah Kecamatan Lengkiti) Candan Rivando; Yahnu Wiguno Sanyoto; Eva Susanti
JURNAL DINAMIKA Vol. 6 No. 1 (2026): Junii 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/1zbkzh49

Abstract

PT Surya Bintang Indonesia, an oil palm company operating in Karang Endah Village, Lengkiti District, Ogan Komering Ulu Regency, is required to implement Corporate Social Responsibility (CSR) as a form of the company’s responsibility toward social, economic, and environmental development in its surrounding operational area. However, in practice, a gap was found between the planned CSR programs and their actual implementation, and the implementation process still faces several problems. This study examines the success of CSR implementation at PT SBI using the policy implementation theory of Mazmanian and Sabatier, with three main focuses: problem characteristics, the ability of policy to structure implementation, and nonstatutory variables across three aspects: economic, social, and environmental. This study employed a descriptive qualitative method through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings show different levels of success across the three aspects. The economic and environmental aspects were considered moderately successful through the absorption of casual daily workers, oil palm seed assistance, road maintenance, and culvert installation, while the social aspect has not yet been realized because education and basic health programs are still at the proposal stage. The analysis identifies the main governance problems as low information transparency, less-than-optimal participation from the Village Consultative Body and youth groups, and the absence of a documented complaint mechanism, which contributed to the failure of social program realization. This study recommends improving transparency, strengthening stakeholder participation, implementing priority social programs, and establishing a documented complaint mechanism.
PENGUATAN PERAN PEMERINTAH DESA, PEMUDA, DAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI DESA LUBUK BATANG LAMA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Andika Wijaya Sairi; Vrischa Oktaviyana Rini; Yahnu Wiguno Sanyoto; Marratu Fahri Marratu; Farah Nisrina Zalfa Farah; Eriyansyah Erik
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16197

Abstract

The preservation of local culture is an important effort to maintain the identity and social values of the community amid the rapid development of globalization. A socialization activity themed “Strengthening the Role of Village Government, Youth, and Community in Preserving Local Culture” was carried out as part of the Village Government Course Practicum in the Government Science Study Program at Baturaja University. This activity aims to increase community understanding of the importance of synergy between village government, youth, and the community in preserving and developing local culture. The methods used included a pre-test, material presentation, interactive discussion, Q&A, and a post-test. The activity was held on June 15, 2026, in Hamlet 8 of Lubuk Batang Lama Village, Lubuk Batang District, Ogan Komering Ulu Regency, involving 30 participants consisting of village government, hamlet officials, community members, and village youth. The results of the activity showed an increase in participants’ understanding from an average of 64.2% on the pre-test to 90.4% on the post-test. In addition, the activity successfully raised community awareness about the importance of documenting village history, preserving local culture, and the need for collaboration between village governments, youth, and the community in maintaining regional cultural heritage.