Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis berbagai temuan penelitian mengenai dampak polarisasi politik pada remaja akibat pelaksanaan pemilihan umum. Kajian ini berfokus pada pengaruh polarisasi terhadap aspek psikologis, sosial, serta perilaku remaja di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan literature review. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan Scopus dengan rentang publikasi tahun 2020-2026. Proses seleksi literatur dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi berdasarkan pedoman PRISMA. Dari sejumlah artikel yang ditemukan, diperoleh artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik guna mengidentifikasi pola temuan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa polarisasi politik akibat pemilihan umum memberikan dampak yang beragam terhadap remaja. Dampak negatif yang paling dominan meliputi meningkatnya konflik sosial, intoleransi terhadap perbedaan pandangan politik, penyebaran misinformasi, tekanan psikologis, serta menurunnya kualitas interaksi sosial baik di lingkungan sekolah maupun media sosial. Di sisi lain, polarisasi juga dapat mendorong meningkatnya kesadaran politik, partisipasi dalam diskusi publik, serta ketertarikan remaja terhadap isu-isu demokrasi dan kewarganegaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa polarisasi politik akibat pemilihan umum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan psikologis remaja. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, pendidikan politik yang inklusif, serta pendampingan dari keluarga dan sekolah untuk meminimalkan dampak negatif polarisasi dan mendukung perkembangan remaja yang lebih kritis dan toleran.