Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dewan direksi dan afiliasi politik manajemen terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 25 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 100 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dewan direksi dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam merumuskan strategi, mengawasi implementasi praktik keberlanjutan, serta mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam pengambilan keputusan perusahaan. Selain itu, afiliasi politik manajemen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan politik yang dimiliki manajemen dapat memberikan akses terhadap informasi kebijakan, dukungan pemerintah, serta sumber daya strategis yang mendukung implementasi praktik keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pada tingkat dewan direksi dan pemanfaatan jaringan kelembagaan secara tepat dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan perusahaan.