ABSTRACT The implementation of English as a compulsory subject in Indonesian elementary schools beginning in the 2027/2028 academic year calls for instructional innovations capable of strengthening students' learning motivation, particularly in pronunciation. Conventional classroom practices have not provided sufficient opportunities for interactive learning or immediate feedback, limiting students' active engagement during the learning process. In response to this issue, the present study investigated the effectiveness of a video-based interactive filter as an alternative instructional medium for fourth-grade elementary school students. A quantitative approach employing a nonequivalent control group design was adopted to compare learning outcomes between two groups receiving different instructional treatments. Changes in students' learning motivation were analyzed using the N-Gain index and further examined through the Mann–Whitney U test. The findings revealed that the experimental group's learning motivation increased from 62.13% to 79.54%, with an N-Gain score of 0.4597 (moderate category), whereas the control group's motivation improved only from 59.19% to 64.47%, with an N-Gain score of 0.1296 (low category). The Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (p < 0.05) confirmed a statistically significant difference in learning motivation improvement between the two groups. These findings demonstrate that the video-based interactive filter provides a meaningful contribution to enhancing elementary school students' pronunciation learning motivation while offering a more interactive, adaptive, and student-centered digital learning alternative. ABSTRAK Perubahan kebijakan yang menetapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028 menuntut hadirnya strategi pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa, terutama dalam penguasaan pronunciation. Pembelajaran yang masih didominasi pendekatan konvensional dinilai belum memberikan kesempatan belajar yang interaktif maupun pengalaman memperoleh umpan balik secara langsung. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pemanfaatan interactive filter berbasis video sebagai alternatif media pembelajaran pada siswa kelas IV sekolah dasar. Kajian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain nonequivalent control group dengan membandingkan hasil belajar dua kelompok yang memperoleh perlakuan berbeda. Perubahan motivasi belajar dianalisis menggunakan nilai N-Gain dan diperkuat melalui uji Mann–Whitney U. Hasil analisis memperlihatkan bahwa motivasi belajar kelompok eksperimen meningkat dari 62,13% menjadi 79,54% dengan nilai N-Gain sebesar 0,4597 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan dari 59,19% menjadi 64,47% dengan nilai N-Gain 0,1296 (kategori rendah). Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan tersebut menegaskan bahwa penggunaan interactive filter berbasis video memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi belajar pronunciation siswa sekolah dasar serta menawarkan alternatif pembelajaran digital yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada siswa.