Himmatul Ulya
Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MATHSHAPE APP TERHADAP KEMAMPUAN CREATIVE PROBLEM SOLVING SISWA SMP Yulia Ika Ristiyanti; Sumaji Sumaji; Himmatul Ulya
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14252

Abstract

ABSTRACT Students’ mathematical Creative Problem Solving (CPS) ability at the junior high school level remains relatively low, as indicated by a preliminary study involving 32 seventh-grade students at SMP Negeri 3 Bae Kudus, who obtained a mean score of 13.34. This study aimed to analyze differences in CPS ability between students taught using the CPS model assisted by MathShape App and those taught using direct instruction, the proportion of students achieving learning mastery after implementation of the model, and the improvement in CPS ability before and after the intervention. This quantitative study employed a Quasi-Experimental Design with a Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The sample consisted of 32 students from class VII D as the experimental group and 32 students from class VII E as the control group, selected through cluster random sampling. Data were collected using a CPS ability essay test and analyzed using normality and homogeneity tests, an independent samples t-test, a one-proportion z-test, and N-Gain analysis. The results showed that the CPS ability of the experimental group was significantly higher than that of the control group (p < 0.001). The proportion of students achieving classical mastery was 87.5%, while the mean CPS ability exceeded the mastery criterion of 75. The improvement in CPS ability was indicated by an N-Gain score of 0.52, categorized as moderate. These findings indicate that the CPS model assisted by MathShape App can serve as an alternative learning approach to support the development of junior high school students’ creative problem-solving abilities. ABSTRAK Kemampuan Creative Problem Solving (CPS) matematis siswa SMP masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh studi pendahuluan terhadap 32 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Bae Kudus dengan rata-rata skor 13,34. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan CPS antara siswa yang memperoleh model CPS berbantuan MathShape App dan pembelajaran langsung, ketuntasan siswa setelah penerapan model, serta peningkatan kemampuan CPS sebelum dan sesudah pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design dan rancangan Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel terdiri atas 32 siswa kelas VII D sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VII E sebagai kelompok kontrol yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian kemampuan CPS dan dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, independent samples t-test, uji z proporsi, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan CPS kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol dengan nilai p < 0,001. Proporsi siswa yang mencapai ketuntasan klasikal sebesar 87,5%, sedangkan rata-rata kemampuan CPS telah melampaui kriteria ketuntasan sebesar 75. Peningkatan kemampuan CPS ditunjukkan oleh N-Gain sebesar 0,52 dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa model CPS berbantuan MathShape App dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah kreatif siswa SMP.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RME BERBANTUAN E-FLIPBOOK BERBASIS BUDAYA JAWA Itsna Naza Jauharoh; Henry Suryo Bintoro; Himmatul Ulya
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14605

Abstract

ABSTRACT The initial condition of students’ mathematical critical thinking skills at SMA Negeri 2 Bae Kudus indicated the need for learning experiences that provide greater opportunities for students to process and justify their thinking. A preliminary study involving 36 tenth-grade students yielded an average score of 41.15. This study was conducted during the second semester of the 2025/2026 academic year to analyze the improvement of these skills through the implementation of Realistic Mathematics Education (RME) assisted by a culture-based E-Flipbook on the topic of measures of central tendency. A quasi-experimental approach with a nonequivalent pretest-posttest control group design was employed in two classes selected through simple random sampling: class X E4 received RME instruction assisted by a Javanese culture-based E-Flipbook, while class X E5 received direct instruction. Students’ abilities were measured using essay tests administered before and after the treatment, followed by normality, homogeneity, and N-Gain analyses. In the experimental group, the mean score increased from 36.46 to 80.38, with an N-Gain of 0.70, categorized as high. A total of 22 students achieved a high level of improvement, while 14 students were categorized as moderate. These findings indicate that integrating a realistic approach, digital media, and local cultural context can serve as an alternative for creating mathematics learning experiences that support the development of students’ critical thinking skills. ABSTRAK Kondisi awal kemampuan berpikir kritis matematis siswa di SMA Negeri 2 Bae Kudus memperlihatkan perlunya pengalaman belajar yang memberi ruang lebih besar bagi siswa untuk mengolah dan mempertanggungjawabkan proses berpikirnya. Studi pendahuluan terhadap 36 siswa kelas X menghasilkan rata-rata kemampuan sebesar 41,15. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 untuk menganalisis peningkatan kemampuan tersebut melalui penerapan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan E-Flipbook berbasis budaya Jawa pada materi ukuran pemusatan data. Rancangan quasi-experimental dengan bentuk nonequivalent pretest-posttest control group design digunakan pada dua kelas yang dipilih melalui simple random sampling, yaitu X E4 sebagai kelompok yang memperoleh pembelajaran RME berbantuan E-Flipbook berbasis budaya Jawa dan X E5 sebagai kelompok yang mengikuti pembelajaran langsung. Kemampuan siswa diukur melalui tes uraian sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan N-Gain. Pada kelompok eksperimen, rata-rata skor meningkat dari 36,46 menjadi 80,38, dengan N-Gain 0,70 berkategori tinggi. Sebanyak 22 siswa mencapai kategori peningkatan tinggi dan 14 siswa berada pada kategori sedang. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa integrasi pendekatan realistis, media digital, dan konteks budaya lokal dapat menjadi alternatif untuk membangun pengalaman pembelajaran matematika yang mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa.