Zakkya Nesa Prastiti
Universitas Dehasen Bengkulu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model, Strategi, dan Metode Pembelajaran Anak Usia Dini: Studi Multikasus pada PAUD/TK Unggulan di Kota Bengkulu Henni Maya Sari; Dwi Nomi Pura; Ela Pebriani; Zakkya Nesa Prastiti; Rennia Syfutri
Journal of Educational Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v3i2.4350

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menyintesis keterkaitan antara pemilihan model pembelajaran, strategi diferensiasi, dan metode interaktif dalam menstimulasi perkembangan anak secara holistik pada lembaga PAUD/TK unggulan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multikasus pada tiga lembaga PAUD/TK di Kota Bengkulu. Informan terdiri atas tiga kepala sekolah dan dua belas guru yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis melalui analisis dalam kasus dan lintas kasus dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, member checking, dan audit trail. Hasil menunjukkan bahwa lembaga tidak menerapkan satu model secara kaku. Model sentra/BCCT memberikan struktur lingkungan dan pijakan bermain; inspirasi Reggio Emilia memperkuat kurikulum emergen, dokumentasi pedagogis, dan agensi anak; sedangkan pembelajaran berbasis proyek mengintegrasikan eksplorasi lintas aspek perkembangan. Efektivitas implementasi ditentukan oleh diferensiasi kesiapan, minat, profil perkembangan, serta pilihan metode dialogis, demonstrasi, eksperimen, bermain peran, permainan kolaboratif, dan refleksi lingkaran. Sintesis lintas kasus menghasilkan kerangka SIMPUL PAUD: memindai kebutuhan anak, mengintegrasikan model dengan konteks, memetakan diferensiasi, mengoperasionalkan permainan interaktif, menggunakan dokumentasi autentik, dan melakukan refleksi berulang. Kerangka ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran PAUD tidak bergantung pada label model, melainkan pada koherensi antara tujuan perkembangan, desain lingkungan, peran guru, pengalaman bermain, dan asesmen autentik.