Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menyintesis keterkaitan antara pemilihan model pembelajaran, strategi diferensiasi, dan metode interaktif dalam menstimulasi perkembangan anak secara holistik pada lembaga PAUD/TK unggulan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multikasus pada tiga lembaga PAUD/TK di Kota Bengkulu. Informan terdiri atas tiga kepala sekolah dan dua belas guru yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis melalui analisis dalam kasus dan lintas kasus dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, member checking, dan audit trail. Hasil menunjukkan bahwa lembaga tidak menerapkan satu model secara kaku. Model sentra/BCCT memberikan struktur lingkungan dan pijakan bermain; inspirasi Reggio Emilia memperkuat kurikulum emergen, dokumentasi pedagogis, dan agensi anak; sedangkan pembelajaran berbasis proyek mengintegrasikan eksplorasi lintas aspek perkembangan. Efektivitas implementasi ditentukan oleh diferensiasi kesiapan, minat, profil perkembangan, serta pilihan metode dialogis, demonstrasi, eksperimen, bermain peran, permainan kolaboratif, dan refleksi lingkaran. Sintesis lintas kasus menghasilkan kerangka SIMPUL PAUD: memindai kebutuhan anak, mengintegrasikan model dengan konteks, memetakan diferensiasi, mengoperasionalkan permainan interaktif, menggunakan dokumentasi autentik, dan melakukan refleksi berulang. Kerangka ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran PAUD tidak bergantung pada label model, melainkan pada koherensi antara tujuan perkembangan, desain lingkungan, peran guru, pengalaman bermain, dan asesmen autentik.