Alternaria alternata merupakan fungi fitopatogen penyebab berbagai penyakit pada tanaman hortikultura yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Pengendalian menggunakan fungisida benomyl efektif menekan pertumbuhan patogen, namun penggunaannya secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistansi patogen dan residu di lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah mengombinasikan fungisida dengan agen hayati Trichoderma spp. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis benomyl yang kompatibel dengan pertumbuhan Trichoderma spp., menentukan dosis benomyl yang efektif menghambat pertumbuhan A. alternata, serta mengevaluasi efektivitas kombinasi Trichoderma spp. dan benomyl dalam menghambat pertumbuhan A. alternata secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengujian meliputi uji kompatibilitas Trichoderma spp. terhadap benomyl, uji efektivitas benomyl terhadap A. alternata, dan uji kombinasi Trichoderma spp. dengan benomyl menggunakan teknik umpan beracun dan kultur ganda. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. isolat 1 kompatibel dengan benomyl pada dosis 0–4 ppm, sedangkan isolat 2 kompatibel pada dosis 0–5 ppm. Pengujian tunggal benomyl dengan dosis 0-6 ppm terhadap pertumbuhan A. altenata menunjukkan bahwa dosis 6 ppm yang paling efektif dengan nilai hambatan relatif 10,56%. Kombinasi Trichoderma spp. dan benomyl dengan dosis 0-6 ppm memberikan penghambatan yang jauh lebih tinggi terhadap A. alternata dengan nilai hambatan relatif sebesar 96,82–98,16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi agen hayati Trichoderma spp. dan fungisida benomyl berpotensi menjadi strategi pengendalian terpadu yang lebih efektif dibandingkan penggunaan fungisida secara tunggal. Kata kunci : Alternaria alternata; benomyl; kompatibilitas; pengendalian hayati; Trichoderma spp.