Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Selulase dan Pola Pertumbuhan Miselium Aspergillus RB1 (Fungi Selulolitik Asal TPST Rempoah, Banyumas) Berdasarkan Variasi Waktu Inkubasi Arif Rahman Hikam; Ratna Stia Dewi; Aris Mumpuni; Dwiana Muflihah Yulianti; Adinda Eka Murti Setio
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.18491

Abstract

Fungi selulolitik merupakan salah satu mikroorganisme utama yang berperan dalam produksi enzim selulase karena kemampuannya mensekresikan enzim ekstraseluler dalam jumlah tinggi. Aspergillus RB1 merupakan isolat fungi selulolitik yang diperoleh dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah, Banyumas, dan berpotensi sebagai penghasil enzim selulase. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas enzim selulase serta pola pertumbuhan miselium Aspergillus RB1 pada berbagai waktu inkubasi. Isolat diremajakan kemudian ditumbuhkan pada medium CMC cair dengan variasi lama inkubasi 0, 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 hari dengan 3 ulangan. Filtrat kultur digunakan sebagai sumber ekstrak kasar enzim selulase, yang diuji aktivitasnya menggunakan metode DNS dengan pembandingan terhadap kurva standar glukosa. Pertumbuhan miselium dianalisis berdasarkan pengukuran berat kering biomassa pada setiap waktu inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas selulase Aspergillus RB1 meningkat seiring bertambahnya waktu inkubasi dan mencapai nilai tertinggi pada hari ke-4 sebesar 17,92 U/mL. Pola pertumbuhan miselium menunjukkan berat kering maksimum pada hari ke-4 sebesar 0,81 g, yang mengindikasikan fase pertumbuhan eksponensial sebagai fase optimum produksi enzim. Keselarasan antara puncak aktivitas selulase dan kurva tumbuh miselium menunjukkan bahwa lama inkubasi hari ke-4 merupakan waktu optimum untuk produksi selulase oleh Aspergillus RB1.
Kompatibilitas Trichoderma spp. dengan Benomyl serta Efektivitas Kombinasinya dalam Menghambat Pertumbuhan Alternaria alternata secara In Vitro Juni Safitri Muljowati; Sri Martina Wiraswati; Jihad Akbar Mubarrok; Arif Rahman Hikam
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.22286

Abstract

Alternaria alternata merupakan fungi fitopatogen penyebab berbagai penyakit pada tanaman hortikultura yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Pengendalian menggunakan fungisida benomyl efektif menekan pertumbuhan patogen, namun penggunaannya secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistansi patogen dan residu di lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah mengombinasikan fungisida dengan agen hayati Trichoderma spp. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis benomyl yang kompatibel dengan pertumbuhan Trichoderma spp., menentukan dosis benomyl yang efektif menghambat pertumbuhan A. alternata, serta mengevaluasi efektivitas kombinasi Trichoderma spp. dan benomyl dalam menghambat pertumbuhan A. alternata secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengujian meliputi uji kompatibilitas Trichoderma spp. terhadap benomyl, uji efektivitas benomyl terhadap A. alternata, dan uji kombinasi Trichoderma spp. dengan benomyl menggunakan teknik umpan beracun dan kultur ganda. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. isolat 1 kompatibel dengan benomyl pada dosis 0–4 ppm, sedangkan isolat 2 kompatibel pada dosis 0–5 ppm. Pengujian tunggal benomyl dengan dosis 0-6 ppm terhadap pertumbuhan A. altenata menunjukkan bahwa dosis 6 ppm yang paling efektif dengan nilai hambatan relatif 10,56%. Kombinasi Trichoderma spp. dan benomyl dengan dosis 0-6 ppm memberikan penghambatan yang jauh lebih tinggi terhadap A. alternata dengan nilai hambatan relatif sebesar 96,82–98,16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi agen hayati Trichoderma spp. dan fungisida benomyl berpotensi menjadi strategi pengendalian terpadu yang lebih efektif dibandingkan penggunaan fungisida secara tunggal. Kata kunci : Alternaria alternata; benomyl; kompatibilitas; pengendalian hayati; Trichoderma spp.