Yani Sri Astuti
Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PELATIHAN DETEKSI PERKEMBANGAN BALITA Nur Lina; Siti Novianti; Sri Maywati; Rian Arie Gustaman; Yani Sri Astuti
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v12i1.16892

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, tingkat kecerdasan, dan produktivitas di masa depan. Prevalensi stunting di Indonesia masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan WHO, termasuk di Kota Tasikmalaya. Upaya pencegahan memerlukan keterlibatan keluarga, khususnya ibu balita, dalam mengoptimalkan pola asuh gizi dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Nusa Indah dan Posyandu Kasih Bunda, wilayah kerja Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya. Jumlah peserta terdiri atas 66 ibu balita, 10 kader posyandu, 3 petugas puskesmas, serta didampingi 2 mahasiswa. Metode kegiatan meliputi penyuluhan gizi dan kesehatan, edukasi dengan leaflet, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui post test. Pesan utama yang disampaikan meliputi pentingnya ASI eksklusif, inisiasi menyusu dini, pemberian MP-ASI bergizi seimbang, pencegahan kecacingan, PHBS, dan imunisasi dasar lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta adalah 5,7 1,7 dengan pemahaman tinggi pada konsep ASI eksklusif (86,5%) dan gizi seimbang (75,7%). Namun, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman mengenai defisiensi gizi mikro. Selain itu, kader posyandu menerima sarana antropometri (baby scale dan infant ruler) serta buku panduan deteksi tumbuh kembang untuk meningkatkan akurasi pemantauan. Hasil ini menegaskan bahwa intervensi edukasi singkat mampu meningkatkan pemahaman ibu balita dalam pencegahan stunting, meskipun diperlukan penguatan materi khususnya terkait gizi mikro serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mendukung strategi nasional percepatan penurunan stuntingKata kunci: stunting, pengabdian masyarakat, peran keluarga, posyandu, perkembangan balita.