Nurzeini Herdiyansyah
Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN VIRTUAL LAB UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI IPA YANG ABSTRAK Siti Khoirunnisa; Umi Habibahtul A’liyah; Ceni Liswati; Kasyifatun Naza; Sitti Sastriana Bada; Ainun Badriah; Nurzeini Herdiyansyah; Acep Musliman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14497

Abstract

Misconceptions in abstract Science (IPA) concepts remain a significant issue in education because they hinder the development of accurate conceptual understanding and create difficulties for students in learning more advanced scientific concepts. The abstract nature of many science topics, which involve microscopic phenomena and processes that cannot be directly observed, often leads students to construct understandings that differ from accepted scientific concepts. Advances in educational technology have introduced virtual laboratories (virtual labs) as an alternative learning medium capable of visualizing abstract concepts through interactive simulations. This study aims to analyze the effectiveness of virtual laboratories in reducing students’ misconceptions in abstract science topics and to identify the most effective implementation strategies for supporting conceptual change. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA protocol. Data were collected from articles indexed in Google Scholar, Garuda, Scopus, and ERIC published between 2021 and 2026. The literature selection process followed four stages: identification, screening, eligibility, and inclusion, resulting in 15 articles that met the inclusion criteria. Data were analyzed using descriptive synthesis techniques. The findings indicate that virtual laboratories are effective in reducing misconceptions through the visualization of abstract concepts, interactive experimentation, repeated simulations, and the creation of cognitive conflict that promotes conceptual change. In addition, virtual labs were found to enhance conceptual understanding, learning outcomes, critical thinking skills, learner autonomy, and student engagement. Therefore, virtual laboratories can be recommended as an effective instructional medium for remediating misconceptions in abstract science topics while supporting more innovative and meaningful science learning. ABSTRAK Miskonsepsi pada materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang bersifat abstrak masih menjadi permasalahan penting dalam pembelajaran karena dapat menghambat pembentukan pemahaman konseptual yang benar dan berdampak pada kesulitan siswa dalam mempelajari konsep-konsep lanjutan. Karakteristik materi IPA yang banyak memuat fenomena mikroskopis dan sulit diamati secara langsung menyebabkan siswa rentan membangun konsep yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Perkembangan teknologi pendidikan menghadirkan virtual laboratory (virtual lab) sebagai alternatif pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep abstrak melalui simulasi interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas virtual laboratory dalam mengurangi miskonsepsi siswa pada materi IPA yang bersifat abstrak serta mengidentifikasi bentuk implementasi yang paling efektif dalam mendukung perubahan konseptual siswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data diperoleh dari artikel yang terindeks pada Google Scholar, Garuda, Scopus, Sinta, dan ERIC dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahap identification, screening, eligibility, dan inclusion hingga diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan teknik sintesis deskriptif terhadap hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa virtual laboratory efektif mengurangi miskonsepsi melalui visualisasi konsep abstrak, eksperimen interaktif, pengulangan simulasi, serta penciptaan konflik kognitif yang mendorong perubahan konseptual. Selain itu, virtual lab terbukti meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, virtual laboratory dapat direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meremediasi miskonsepsi pada materi IPA abstrak serta mendukung pembelajaran sains yang lebih inovatif dan bermakna.