This Author published in this journals
All Journal Historiography
Fahri Ahmad Fadhilah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontribusi Persekutuan Umat Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dalam Bidang Kesehatan di Ponorogo 1948-1974 Fahri Ahmad Fadhilah; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p131-150

Abstract

Komunitas Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Ponorogo tidak dapat dipisahkan dari dunia kesehatan. Pembentukan komunitas ini berawal dari para tenaga kesehatan Kristen yang bertugas sebagai asisten medis dan bidan di Rumah Sakit Umum (RSU) Ponorogo. Kondisi tersebut memicu lahirnya berbagai bentuk layanan kesehatan swasta yang merespons dinamika permasalahan kesehatan secara lebih luas di Ponorogo. Kendati demikian, penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada sejarah umum jemaat. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji keterlibatan dan kontribusi jemaat GKJW dalam bidang kesehatan di Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan sumber-sumber sejarah kontemporer seperti arsip, dokumen, surat kabar, serta para pelaku dan saksi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat GKJW di Ponorogo berperan penting dalam membantu pencegahan masalah kesehatan. Sejak awal kehadirannya, para tenaga kesehatan tiba di Ponorogo untuk merawat banyak pasien di rumah sakit yang terdampak perang. Pada awal tahun 1950-an, para tenaga kesehatan dari komunitas GKJW mulai membuka layanan kesehatan di rumah mereka masing-masing secara filantropis. Pada tahun 1956, jemaat secara bersama-sama mendirikan klinik bersalin yang menjadi wadah kontribusi kesehatan GKJW di Ponorogo. Tahun 1970 menjadi puncak kontribusi mereka, ketika lembaga kesehatan ini mulai bekerja sama dengan pemerintah dalam Program Keluarga Berencana (KB) dan menjadi salah satu pelaku utamanya.