This Author published in this journals
All Journal Historiography
Muthia Zahri Mardhiyah
Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendar, Prestise, dan Kekuasaan: Relasi Budaya dan Teknologi antara Mangkunegaran dan Eropa melalui Lampu Gantung dan Listrik pada Abad ke-19 Ilham Putra Pratama; Muthia Zahri Mardhiyah
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p73-87

Abstract

Penerangan dan listrik tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol modernitas, prestise, dan relasi kuasa pada masa kolonial. Di Jawa, penggunaan teknologi penerangan turut merefleksikan stratifikasi sosial, dari obor dan ublik pada masyarakat umum hingga lampu bergaya Eropa dan listrik di lingkungan elite. Kajian mengenai penerangan di kalangan bangsawan Jawa, khususnya Pura Mangkunegaran, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Mangkunegaran dengan Eropa serta pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi penerangan dan pembentukan prestise praja. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan arsip, surat kabar sezaman, dan dokumentasi visual. Konsep mimikri Homi K. Bhabha digunakan untuk menganalisis adopsi unsur Eropa sebagai bentuk representasi dan negosiasi posisi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Mangkunegaran dengan Eropa sejak masa Mangkunegara II membuka akses terhadap modernitas yang berkembang dalam bidang ekonomi, arsitektur, dan teknologi. Lampu bergaya Eropa, lampu minyak, dan listrik di Pura Mangkunegaran tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga merepresentasikan modernitas dan prestise. Adaptasi tersebut menghasilkan kebudayaan hibrid yang memadukan unsur Eropa dengan identitas Jawa dalam negosiasi posisi Mangkunegaran di tatanan kolonial.