Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prinsip Itqan (Profesionalisme) dalam Hadits Nabi dan Implementasinya terhadap Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Fairuz Azmi; Syathira Mujahid; Ai Samrotul Fauziah
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/77ybq166

Abstract

Pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Namun, berbagai persoalan seperti rendahnya kompetensi aparatur, lemahnya akuntabilitas, dan praktik maladministrasi masih menjadi hambatan serius dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep itqan dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai wujud profesionalisme serta mengeksplorasi relevansi dan implementasinya dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi terhadap sumber-sumber primer berupa hadis Nabi SAW dan sumber-sumber sekunder berupa literatur ilmiah yang relevan di bidang etika kerja Islam, administrasi publik, dan reformasi birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip itqan sebagaimana terkandung dalam hadis yang diriwayatkan Al-Baihaqi mencakup dimensi-dimensi profesionalisme yang sangat komprehensif, meliputi kompetensi, integritas, kecermatan, tanggung jawab, dan orientasi pada kemaslahatan umum. Prinsip ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tuntutan kualitas pelayanan publik modern, khususnya dalam aspek akuntabilitas, transparansi, responsivitas, dan inovasi. Implementasi prinsip itqan dalam birokrasi dapat dilakukan melalui penguatan kompetensi aparatur, penyusunan standar operasional prosedur yang berorientasi pada kepuasan masyarakat, pembangunan sistem akuntabilitas yang kokoh, serta pemanfaatan teknologi digital yang dilandasi komitmen moral yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai itqan pada aparatur pemerintah berpotensi menjadi fondasi etika kerja yang kuat dan berkelanjutan dalam mendorong reformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.