Tirmidi - Tirmidi
Universitas Nurul Jadid

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

COLONIALISM IN URSULA K. LE GUIN’S THE WORD FOR WORLDS IS FOREST: HISTORICAL AND BIOGRAPHICAL ANALYSIS Zamzami - Maghfiroh; Tirmidi - Tirmidi
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2: Prosodi (In-Press)
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v20i2.35284

Abstract

This study investigate how colonial power, domination, and resistance are depicted in Le Guin’s The Word for World is Forest. The study also explores how the historical and biographical background influence the content of the novel. Employing a qualitative discourse analysis approach on Mandler’s psycholinguistic perspective and critical approach analysis on historical and biographical approach, the study tries to discover both objectives. The findings reveal that colonialism is depicted as a system of power that not only focuses on territorial control but also encompasses economic, cultural, and social domination. Furthermore, the practice of colonialism in this novel is reinforced through the dehumanization of the indigenous people. As a feedback from colonialized people, colonial oppression will ultimately spark resistance. Finally, the study concludes that Le Guins’s The Word for World is Forest serves not only as a work of literature but also as a social critique of colonialism. Penelitian ini mengkaji bagaimana kekuasaan kolonial, dominasi, dan perlawanan digambarkan dalam novel karya Le Guin The Word for World is Forest. Studi ini juga mengungkap bagaimana latar belakang sejarah dan biografi pengarangnya memengaruhi isi novel. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kualitatif berdasarkan perspektif psikolinguistik Mandler serta analisis kritis melalui pendekatan sejarah dan biografi, penelitian ini berupaya menjawab kedua tujuan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolonialisme digambarkan sebagai sistem kekuasaan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan wilayah, tetapi juga mencakup dominasi ekonomi, budaya, dan sosial. Lebih lanjut, praktik kolonialisme dalam novel ini diperkuat melalui dehumanisasi terhadap penduduk pribumi. Sebagai respons dari pihak yang terjajah, penindasan kolonial pada akhirnya akan memicu perlawanan. Akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa karya Le Guin ini tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai kritik sosial terhadap kolonialisme.
THE PROCESS OF EDUCATION DEPICTED IN ANNIE DILLARD'S PILGRIM AT TINKER CREEK: A DEWEYAN EXPERIENTIAL AND CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF NATURE-BASED LEARNING Vaza - Maulida; Tirmidi - Tirmidi
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2: Prosodi (In-Press)
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v20i2.35394

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji proses pendidikan sebagaimana dipresentasikan dalam novel karya Annie Dillard berjudul Pilgrim at Tinker Creek (1974), sebuah karya nonfiksi kreatif Amerika yang monumental, di mana pertemuan yang berkelanjutan dengan alam menjadi wahana bagi transformasi intelektual dan etis yang mendalam. Berangkat dari kesenjangan yang telah lama diamati antara teori pendidikan yang mengidealkan pengalaman sebagai pusat pembelajaran dengan realitas sekolah kontemporer yang instrumentalis dan berorientasi pada hasil, penelitian ini mengkaji bagaimana narasi Dillard membangun model pembelajaran alternatif yang koheren, yang berakar pada keterlibatan inderawi, konstruksi makna melalui metafora, dan refleksi kritis melalui paradoks. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif pada pendekatan analisa kritis dan dipandu oleh kerangka pendidikan pengalaman oleh John Dewey, penelitian ini menerapkan analisis tekstual sistematis dan pengkodean tematik terhadap passages yang dipilih. Temuan mengungkapkan bahwa proses pendidikan dalam teks tersebut berlangsung dalam tiga tahap sekuensial yang sesuai dengan prinsip interaksi dan kesinambungan, sementara analisis ideologis mengungkap kritik berkelanjutan teks terhadap antroposentrisme dan instrumentalisme pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pilgrim at Tinker Creek berfungsi sekaligus sebagai perwujudan sastra dan argumen filosofis bagi pedagogi humanistik yang berlandaskan ekologi, yang menempatkan ketajaman perhatian, kerendahan hati moral, dan kedalaman kontemplatif sebagai syarat yang tidak dapat ditawar bagi pembelajaran manusia yang otentik.Abstract. This study investigates the process of education presented in Annie Dillard's Pilgrim at Tinker Creek (1974), a landmark work of American creative nonfiction in which sustained encounters with the natural world become occasions for profound intellectual and ethical transformation. Departing from the widely observed gap between idealized, experience-centered educational theory and the instrumentalist, outcome-driven reality of contemporary schooling, this research examines how Dillard's narrative constructs a coherent alternative model of learning rooted in sensory engagement, metaphorical meaning-construction, and critical reflection through paradox. Employing a critical qualitative research design in critical analysis, and guided by John Dewey's experiential education framework, the study subjects selected passages to systematic textual analysis and thematic coding. Findings reveal that the educational process in the text unfolds across three sequential stages corresponding to the principles of interaction and continuity, while the ideological analysis uncovers the text's sustained critique of anthropocentrism and educational instrumentalism. The study concludes that Pilgrim at Tinker Creek functions as both a literary enactment and a philosophical argument for a humanistic, ecologically grounded pedagogy that positions attentiveness, moral humility, and contemplative depth as indispensable conditions of authentic human learning.
THE DISCOURSE OF ECOLOGICAL NICHE IN JON KRAKAUER’S INTO THE WILD Jamilatul - Qomariah; Tirmidi - Tirmidi
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2: Prosodi (In-Press)
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v20i2.35393

Abstract

Abstract. This study investigates the discourse of ecological niche presented in Jon Krakaue’'s Into the Wild through a Critical Discourse Analysis (CDA) approach. The objectives of this study are to identify the theme of the novel and to examine the ecological niche depicted through the relationship between the main character and the natural environment. This study employs a descriptive qualitative design combining ecocriticism, Critical Discourse Analysis, and Bill Plotkin’s Wild Mind theory. The primary data source is Jon Krakauer’s Into the Wild (1997), while supporting sources are obtained from books and journal articles related to discourse analysis and ecological studies. Data were collected through close reading and documentation techniques and analyzed thematically using discourse interpretation. The findings reveal that the central theme of the novel is the search for authentic freedom and self-identity through separation from materialistic civilization. Furthermore, the ecological niche represented in the novel portrays Christopher Johnson McCandless as an individual attempts to redefine his position within nature by rejecting modern social values and seeking harmony with the wilderness. However, the study also shows that the romanticization of nature and inadequate ecological adaptation create tensions between idealism and environmental reality. Therefore, Into the Wild presents ecological niche not merely as a biological concept but as a discursive representation of human identity, ideology, and the relationship between nature and modern civilization.Abstrak. Penelitian ini mengkaji tentang wacana ceruk ekologis yang dipresentasikan dalam karya Jon Krakauer Into the Wild, melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tema novel tersebut serta menelaah ceruk ekologis yang digambarkan melalui hubungan antara tokoh utama dan lingkungan alam. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif yang memadukan ekokritik, Analisis Wacana Kritis, dan teori Wild Mind karya Bill Plotkin. Sumber data utama adalah novel Into the Wild (1997) karya Jon Krakauer, sedangkan sumber pendukung diperoleh dari buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan analisis wacana dan studi ekologis. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan saksama dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematis menggunakan interpretasi wacana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tema sentral novel ini adalah pencarian kebebasan autentik dan identitas diri melalui pemisahan diri dari peradaban materialistis. Lebih lanjut, ceruk ekologis yang dipresentasikan dalam novel menggambarkan Christopher Johnson McCandless sebagai individu yang berupaya mendefinisikan ulang posisinya di alam dengan cara menolak nilai-nilai sosial modern dan mencari harmoni dengan alam liar. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa romantisisme terhadap alam dan adaptasi ekologis yang tidak memadai menciptakan ketegangan antara idealisme dan realitas lingkungan. Dengan demikian, Into the Wild menyajikan ceruk ekologis bukan sekadar sebagai konsep biologis, melainkan sebagai representasi diskursif mengenai identitas manusia, ideologi, serta hubungan antara alam dan peradaban modern.