Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Jenis Tumpuan Jembatan Penghubung (Skybridge) Terhadap Kestabilan Struktur Bangunan Berlantai Banyak Ikhsan, Maulana Nur; Junus, Nasruddin; Imriyanti, Imriyanti
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 1 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052020.06

Abstract

Kestabilan suatu gedung akan meningkat terhadap suatu guncangan (gempa) jika terhubung oleh gedung lainnya dibandingkan jika hanya berdiri sendiri. Dalam perencanaan struktur jembatan penghubung (skybridge), diperlukan studi mengenai pemilihan jenis tumpuan yang efektif pada jembatan penghubung tersebut. Namun saat ini, studi mengenai jenis tumpuan yang efektif pada jembatan penghubung masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai kestabilan struktur bangunan berlantai banyak yang dihubungkan jembatan penghubung (skybridge) dengan variasi jenis tumpuan rol, sendi, dan kaku. Struktur bangunan terdiri dari dua bangunan identik 50 lantai dengan material utama beton bertulang. Struktur bangunan dianalisis dengan program ETABS. Analisis yang digunakan adalah analisis dinamik Time linear History, menggunakan 3 data gempa yaitu Gempa Kobe (Jepang), Gempa Tabas (Iran), dan Gempa Chi-chi (Taiwan). Hasil penelitian menunjukkan nilai displacement terkecil adalah 89,955 mm yang terdapat pada variasi tumpuan T8 yaitu tumpuan Kaku-Sendi, Sendi-Kaku. Dengan nilai displacement yaitu 91,467 mm, kombinasi tumpuan Kaku-Kaku, Kaku-Kaku merupakan yang paling efektif dalam menstabilkan bangunan pada kombinasi tumpuan A-A, A-A. Dengan nilai displacement yaitu 95,361 mm, kombinasi tumpuan Kaku-Sendi, Kaku-Sendi merupakan yang paling efektif dalam menstabilkan bangunan pada kombinasi tumpuan A-B, A-B. Dengan nilai displacement yaitu 89,955 mm, kombinasi tumpuan Kaku-Sendi, Sendi-Kaku merupakan yang paling efektif dalam menstabilkan bangunan pada kombinasi tumpuan A-B, B-A. Dengan nilai displacement yaitu 90,831 mm, kombinasi tumpuan Kaku-Sendi, Kaku-Sendi merupakan yang paling efektif dalam menstabilkan bangunan pada kombinasi tumpuan A-A, B-B.
ANALISIS PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG UNTUK FUNGSI RENTAL OFFICE 30 LANTAI DENGAN PENEKANAN SISTEM RIGID FRAME BERKANTILEVER Bunadi, Reinhart; Junus, Nasruddin; Imriyanti, Imriyanti
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i2a10

Abstract

Abstrak_ Kota Makassar semakin berkembang ditandai dengan banyaknya bangunan berlantai banyak, termasuk fungsi perkantoran serta ide desain arsitektural bangunan cenderung memvariasikan struktur sebagai daya tarik desainnya, struktur bangunan menjadi perhatian utama.Penelitian ini membahas tentang analisis struktur rigid frame berkantilever gedung kantor sewa 30 lantai dengan material beton bertulang. Analisis bertujuan menentukan detail struktur yang tepat untuk bangunan tersebut dengan program SAP2000 v.14. Penelitian bersifat kuantitatif karena menentukan dimensi struktur. Adapun penelitian bersifat komparatif. Struktur penopang cantilevered slab diberi dua alternatif, yaitu model 1 dan model 2. Terhadap beban-beban nongempa, model 1 lebih stabil sebesar 3,2%-10,39% dari model 2. Terhadap beban-beban gempa, model 1 cenderung lebih stabil dengan selisih efisiensi terbesar 37,7%-45,4% pada beban gempa respon spektrum. Adapun tulangan kolom menggunakan tulangan utama D20 dan tulangan pengikat D12; balok menggunakan tulangan utama D25 dan tulangan pengikat D12; pelat lantai dan basement menggunakan tulangan D10; dan shear wall menggunakan tulangan D16 (arah 11) dan D20 (arah 22). Struktur penopang model 1 menggunakan tulangan yang sama dengan shear wall dan model 2 menggunakan tulangan yang sama dengan kolom. Jumlah tulangan utama dan jarak antartulangan beragam sesuai dimensi penampang elemen struktur. Kata kunci : Beton Bertulang; Rental Office ; Rigid Frame; Kantilever; Detail Penulangan. Abstract_ Makassar City is increasingly characterized by a large number of multi-storey buildings, including office functions and building architectural design ideas that tend to vary the structure as an attractive design, the building structure is a major concern. reinforced concrete. The analysis aims to determine the exact structure details for the building with the SAP2000 program v.14. Research is quantitative because it determines the dimensions of the structure. The research is comparative. The cantilevered slab support structure is given two alternatives, namely model 1 and model 2. For earthquake loads, model 1 is more stable at 3.2% -10.39% of model 2. For earthquake loads, model 1 tends to be more stable with the greatest efficiency difference of 37.7% -45.4% in spectrum response earthquake load. The column reinforcement uses the main reinforcement D20 and reinforcement reinforcement D12; the beam uses the main reinforcement D25 and reinforcement reinforcement D12; floor plates and basements using D10 reinforcement; and the shear wall uses reinforcement D16 (direction 11) and D20 (direction 22). The support structure of model 1 uses the same reinforcement as the shear wall and model 2 uses the same reinforcement as the column. The number of main reinforcement and intermittent distances varies according to the cross-sectional dimensions of the structural elements. Keywords: Reinforced Concrete; Rental Office; Rigid Frame; Cantilever; Repeat Details.
Efek Kekangan Carbon Fiber Reinforced Polymer Terhadap Nilai Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Israfiah, Andi Nur; Junus, Nasruddin; Mushar, Pratiwi
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052024.01

Abstract

Beton mengambil peran besar dalam perencenaan konstruksi bangunan di Indonesia, dalam hal ini diperlukan perkuatan struktur pada konstruksi beton mengingat daerah kita yang rawan bencana dan tidak menutup kemungkinan bangunan yang dapat berubah fungsi. Material yang digunakan untuk perkuatan eksternal yaitu Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) yang merupakan bahan tambah perkuatan struktur komposit non logam yang mengandung setidaknya 90% berat karbon. Tujuan penelitian adalah 1) Mengetahui pengaruh perletakan variasi wrap CFRP terhadap nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton pada umur 28 hari, 2) mengamati pola keruntuhan yang terjadi dengan dan tanpa benda uji yang dipasang CFRP. Jenis penelitian eksperimental, variabel penelitian adalah CFRP dengan 6 variasi model tipe wrap secara horizontal pada beton, metode perawatan dry curing selama 28 hari. Benda uji berbentuk silinder ukuran Ø10 cm x 20 cm sebanyak 42 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CFRP dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton. Peningkatan nilai kuat tekan beton wrap CFRP terhadap beton normal (tanpa wrap CFRP) mencapai lebih dari 70% dimana perletakan wrap tengah (T-TK) merupakan variasi wrap yang memiliki kenaikan nilai kuat tekan tertinggi yakni 72,13% dari beton normal. Beda halnya pada nilai kuat tarik belah beton, variasi wrap tengah (T-TR) mencapai kenaikan kekuatan hingga 103,99% dari beton normal. Beton dengan variasi model wrap tengah (T) memiliki nilai kuat tekan dan kuat tarik belah yang paling tinggi dibandingkan variasi model wrap lainnya. Nilai kuat tekan variasi model wrap tengah (T) mencapai 17,38 MPa dan nilai kuat tariknya mencapai 2,45 MPa.
Pengaruh Penambahan Serbuk Plastik Pada Campuran Bata Ringan Jenis Celullar Lightweight Concrete ( CLC ) Terhadap Kuat Tekan Ningsi, Andi Ayu; Junus, Nasruddin; Mushar, Pratiwi
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 27 No 1 (2023)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052023.05

Abstract

Abstrak Penggunaan sampah plastik yang tiap harinya semakin meningkat dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan. Peningkatan sampah plastik ini terjadi karena penggunaan dalam kehidupan sehari – hari yang susah diurai ditanah. Sampah plastik memerlukan waktu yang lama agar bisa terurai secara alamiah, yang bisa mencapai waktu puluhan tahun. Dan tak jarang juga sampah plastik di daur ulang oleh masyarakat, salah satu sampah yang jarang di daur ulang masyarakat adalah kantong kresek. Maka dari itu dalam penelitian ini akan dilakukan daur ulang pada plastik kantong kresek sebagai bahan tambah pada salah satu material dinding yaitu Bata Ringan jenis CLC (Cellular Lightweight Concrete), dengan menggunakan metode eksperimental. Beberapa bahan yang digunakan adalah semen bosowa, pasir sungai, air, dan foam agent. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan mengalami peningkatan tiap variasinya tetapi tidak melewati hasil kuat tekan bata ringan normal. Salah satunya pada variasi 2% diumur 28 hari sebesar 1,24 MPa. Sedangkan bata ringan 0% diumur 28 hari memiliki kuat tekan sebesar 1,78 MPa.
Bottom Ash: Pengganti Agregat Halus dalam Pembuatan Beton Hardiana; Junus, Nasruddin; Mushar, Pratiwi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.109

Abstract

Penggunaan batubara sebagai sumber energi pada PLTU menghasilkan limbah padat berupa bottom ash dan fly ash dari hasil pembakaran. Pemanfaatan limbah bottom ash khususnya yang dihasikan oleh PLTU Jeneponto masih belum optimal. Besarnya jumlah limbah dapat mencemari lingkungan sekitar, jika limbah tersebut langsung dibuang ke lingkungan lambat laun akan membentuk gas metana yang sewaktu-waktu dapat terbakar atau meledak dengan sendirinya, selain berbahaya bagi lingkungan limbah hasil pembakaran batubara membutuhkan fasilitas pembuangan yang relatif mahal. Tujuan pembahasan adalah membandingkan kuat tekan antara beton normal dengan beton yang menggunakan bottom ash sebagai agregat halus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yakni uji laboratorium dengan menganalisis hubungan sebab akibat antara satu sama lain dan membandingkan hasilnya. Masing-masing benda uji dirawat dengan metode dry curing dan wet curing, jumlah benda uji beton sebanyak 48 buah, dengan variasi umur beton 3 hari,7 hari, 14 hari dan 28 hari. Hasil penelitian ini menyatakan limbah bottom ash dapat difungsikan sebagai pengganti agregat halus. Nilai hasil pengujian pada umur 28 hari menunjukan hasil rata-rata kuat tekan beton normal dry curing lebih tinggi 13,28% dari beton bottom ash yang dirawat dengan metode dry curing. Pada metode wet curing, nilai kuat tekan beton normal lebih tinggi 40.17% dari beton bottom ash.