Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Riwayat Penyakit Respirasi Dengan Saturasi Oksigen Pasca Anestesi Pada Bronkoskopi Imelda Ayunitias; Yusdi Ghazaly
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14089

Abstract

Latar Belakang: Pasien dengan riwayat penyakit penyerta sistem respirasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi pasca anestesi, salah satunya adalah penurunan saturasi oksigen ( ). Prosedur bronkoskopi yang melibatkan manipulasi mekanis pada jalan napas dapat memicu perubahan pola ventilasi dan desaturasi oksigen pasca tindakan. Nilai saturasi oksigen yang rendah (<94%) dapat menyebabkan hipoksia jaringan yang berdampak pada terhambatnya proses pemulihan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit respirasi dengan saturasi oksigen pasca anestesi pada pasien yang menjalani tindakan bronkoskopi. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan time series ini melibatkan 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi klinis dan pemantauan pulse oximetry pada menit ke-5, ke-15, dan ke-30 pasca anestesi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil observasi pada menit ke-5 menunjukkan bahwa 5 pasien (11,1%) mengalami hipoksia pasca anestesi. Responden yang mengalami hipoksia memiliki riwayat penyakit Asma (6,67%) dan TB Paru (4,44%), status fisik ASA II–IV, teknik anestesi Endotracheal Tube (ETT), menggunakan alat bantu napas simple mask pasca anestesi, serta memiliki nilai Capillary Refill Time (CRT) >2 detik. Pada pemantauan menit ke-15, ke-30, serta sebelum pemindahan ke ruang rawat inap, seluruh responden (100%) telah mencapai tingkat saturasi oksigen normal (95–100%). Kesimpulan: Kejadian hipoksia pasca bronkoskopi terutama memuncak pada fase awal pemulihan (menit ke-5). Pemantauan saturasi oksigen secara kontinu pada fase awal pasca anestesi sangat penting untuk mendeteksi dan menatalaksana kejadian hipoksia secara dini pada pasien bronkoskopi dengan riwayat penyakit respirasi.