Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Melalui 5R, Legalitas, Pembayaran dan Pemasaran Digital Christin Angelina Febriani; Dwi Surtiningrum; Vina Rizki Nofiantri; Safitri Dwi Amanda; Syasa Pramuli; Winda Juliandari; Muhammad Ferdinan; Debi Febriyani; Niki Hadi Utami; Alda Yuniar; Gibral Putra Hermawan; Galuh Danur Wenda
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14094

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, tetapi pelaku usaha masih memiliki kebutuhan informasi mengenai legalitas, pemasaran, pengelolaan lingkungan usaha, dan pembayaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pengecekan keaslian Nomor Induk Berusaha (NIB), pemasaran UMKM, penerapan konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), serta QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran digital. Sasaran kegiatan terdiri atas lima unit usaha, yaitu usaha tahu, tempe, geblek, rias pengantin, dan madu di wilayah sasaran KKL-PPM tahun 2026. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui observasi dan pendataan awal, penentuan materi, penyampaian edukasi, serta evaluasi pemahaman melalui komunikasi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa empat materi edukasi dapat disampaikan kepada pelaku UMKM, meliputi informasi mengenai pengecekan keaslian NIB, alternatif pemasaran, konsep 5R, dan QRIS. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dasar yang dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan pengelolaan usahanya. Karena kegiatan berupa edukasi tanpa praktik, pendampingan, dan pengukuran pretest-posttest, perubahan perilaku, peningkatan omzet, penerbitan NIB, penerapan 5R, dan penggunaan QRIS setelah kegiatan belum dapat diukur.