Suhendar Suhendar
Institut Pendidikan Indonesia Garut

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS KEBIJAKAN PENGHEMATAN ENERGI PEMERINTAH DALAM PERSPEKTIF VAN DIJK Suhendar Suhendar; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24786

Abstract

Kebijakan penghematan energi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya energi dan mendukung efisiensi penggunaan energi nasional. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah mekanisme Work From Home (WFH) sebagai strategi untuk mengurangi konsumsi energi pada sektor transportasi. Namun, kebijakan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai belum mampu menyentuh akar permasalahan konsumsi energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritik terhadap kebijakan penghematan energi pemerintah menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Data penelitian berupa pernyataan publik Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, yang mengkritik kebijakan penghematan energi melalui WFH. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan berdasarkan tiga dimensi analisis Van Dijk, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur makro, tema utama yang dibangun adalah kritik terhadap efektivitas kebijakan penghematan energi yang dianggap tidak sistemik dan kurang komprehensif. Pada struktur superstruktur, teks disusun secara argumentatif melalui pola pengenalan kebijakan, penyampaian kritik, dan penawaran solusi alternatif. Pada struktur mikro ditemukan penggunaan unsur semantik, sintaksis, stilistika, dan retoris yang berfungsi membangun citra negatif terhadap kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat legitimasi kritik yang disampaikan. Selain itu, wacana tersebut merepresentasikan relasi kekuasaan antara pemerintah dan legislatif dalam proses pengawasan kebijakan publik. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan sebagai instrumen untuk membangun makna, memengaruhi opini publik, dan merepresentasikan kepentingan tertentu dalam wacana kebijakan publik.