U. Andi Mulyadi
Institut Pendidikan Indonesia Garut

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS APPRAISAL FRAMEWORK DALAM PUISI “KETIKA TANGAN DAN KAKI BERKATA” KARYA TAUFIQ ISMAIL: KAJIAN SFL “SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICS” U. Andi Mulyadi; Asep Nurjamin
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.23453

Abstract

Penelitian ini menganalisis puisi religius “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” karya Taufiq Ismail dengan menggunakan kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL) dan Appraisal Framework. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan realisasi subsistem Attitude, Engagement, dan Graduation serta menjelaskan bagaimana konfigurasi evaluatifnya membangun posisi sikap penulis terhadap tema hari pertanggungjawaban dan relasi manusia–Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek material teks puisi/lirik, sedangkan data berupa larik yang mengandung unsur evaluasi dikumpulkan melalui teknik baca–catat dan dianalisis dengan pengodean kategori Attitude (Affect, Judgment, Appreciation), Engagement, dan Graduation.Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi didominasi oleh Attitude jenis Affect negatif (rasa takut, hina, penyesalan) yang berpadu dengan Affect positif berupa harapan akan karunia dan petunjuk Ilahi. Judgment terutama hadir sebagai penilaian moral implisit terhadap perilaku manusia melalui citraan tangan dan kaki sebagai saksi atas perbuatan, sementara Appreciation tampak dalam penilaian positif terhadap “jalan cahaya sempurna” sebagai orientasi hidup ideal. Dari sisi Engagement, puisi cenderung monoglossic dengan suara religius yang otoritatif. Graduation muncul melalui repetisi leksikal dan struktur paralel yang mengintensifkan nuansa peringatan dan urgensi pertobatan. Secara keseluruhan, konfigurasi Appraisal membangun efek interpersonal yang kuat berupa peringatan, kegentaran, dan ajakan bertobat, sekaligus menunjukkan relevansi Appraisal Framework bagi kajian puisi religius dan pembelajaran sastra Indonesia.