Pertumbuhan aktivitas manusia akibat perkembangan teknologi dan sektor industri menyebabkan meningkatnya permasalahan kebisingan pada berbagai lingkungan, khususnya kawasan perkotaan dan ruang pendidikan. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap pengembangan material akustik yang tidak hanya memiliki fungsi teknis, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan. Material panel akustik komersial yang umumnya berbasis bahan sintetis masih memiliki keterbatasan dari aspek lingkungan, biaya, dan efisiensi sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan potensi limbah onggok aren (Arenga pinnata) sebagai material alternatif dalam pembuatan prototipe panel interior berbasis biomaterial dengan karakteristik fisik yang mendukung pengembangan material akustik berkelanjutan. Pemanfaatan onggok aren didasarkan pada karakteristik serat alami dan struktur berpori yang berpotensi mendukung proses penyerapan energi bunyi. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen melalui tahapan pengolahan bahan, formulasi campuran, pencetakan panel, pengeringan, serta evaluasi karakteristik fisik material. Parameter pengamatan meliputi kestabilan struktur, kepadatan, kualitas permukaan, kekuatan material, dan aspek visual panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi serat dan bubuk onggok aren mampu menghasilkan prototipe panel dengan struktur lebih homogen, stabil, dan memiliki karakteristik fisik yang berpotensi mendukung pengembangan material interior berbasis biomassa dengan karakteristik fisik yang mendukung fungsi akustik. Pemanfaatan limbah onggok aren berpotensi menjadi alternatif material interior berkelanjutan yang mendukung konsep arsitektur berbasis sumber daya lokal. Keywords: Biomaterial berkelanjutan; Limbah biomassa; Onggok aren; Panel interior; Material berpori