Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAPAT ANGGOTA-ANGGOTA DPR-RI MENGENAI INDEPENDENSI AUDITOR NEGARA (BPK) Suharyani Suharyani
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Vol 4, No 2 (2005): Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.24 KB) | DOI: 10.21831/jpai.v4i2.853

Abstract

PENDAPAT ANGGOTA-ANGGOTA DPR-RI MENGENAI INDEPENDENSI AUDITOR NEGARA (BPK)This research, which is meant as a contribution to state financial control, focusing on the opinion of Indonesian Legislative Assembly members regarding state auditors independence (State Audit Board) viewed from micro perspective.  Here are two research questions (a)Do legislative members perceive that state auditors have independence attitude; (b)What factors are influencing the opinion of legislative members regarding state auditors independence. The researcher surveyed 70 legislative members from various faction, commission, education level, gender, and age by personally administered questionnaire technique.  Respondents are determined by stratified sampling and convenience sampling method.  Data are measured by Likert (ordinal) scale point 5.  First hypothesis testing analyze whether legislative members perceive that state auditors are independence performed by mean testing method.  While variables which are presumed influencing legislative members opinion are education level, age, gender, and political party (faction) origin (faction).  To test whether these four variables by individual influence respondent opinion significantly, the researcher use one way Anova method. The result shows legislative members perceive that state auditors weren’t independence. Except gender variable, the researcher found significant different opinion between respondents group classified by education level, age group, and political party origin.  In general, respondents group having degree of S3, elder than 60 year, and coming from Reformasi Faction have a more critical opinion compared to other groups.   Keywords : state auditor independence.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PELESTARIAN HUTAN LINDUNG DI KOTA TARAKAN Suharyani Suharyani; Parakkasi Tjaija; Muhammad Tahir
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v2i1.872

Abstract

The need of land becomes the main cause of degradation in the forest area. Local government’s desire to preserve the forests face challenges due to various interest. The research is undertaken through a qualitative method approach using case study. The research involves nine informants. Data are collected through observation, interviews and documents. The data are analyzed in some steps such as data collection, data reduction, data presentation, verification and conclusion.The research results indicate that the local government disseminates the policies through policy campaign. The resources used in the field for policy implementation is insufficient. Technical personnel and supervisor in the field has fit with their competencies. The bureaucratic structure in term of coordination among the parties involved in the implementation of policies for the forest conservation for forest farmer groups is going well. Keywords: policy implementation, preservation, forest   Kebutuhan akan lahan menjadi penyebab terjadinya degradasi pada kawasan hutan. Keinginan pemerintah daerah untuk melestarikan hutan sering berbenturan dengan berbagai kepentingan.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Informan penelitian sebanyak  9 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data melalui tahapan koleksi, reduksi data, penyajian data, verikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemda dalam mensosialisasikan kebijakan melalui Penyuluhan. Sumber daya pelaksanaan kebijakan dilapangan kuantitas kurang memadai. Penempatan pegawai pelaksana dilapangan petugas lapangan dan pengawas lapangan sudah sesuai dengan bidangnya. Struktur birokrasi, dimana bentuk koordinasi dan kerja sama antar pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan kebijakan pelestarian hutan lindung bagi kelompok tani berjalan dengan baik. Kata kunci: implementasi kebijakan, pelestarian, hutan 
PENGEMBANGAN PANEL INTERIOR BERBASIS LIMBAH ONGGOK AREN SEBAGAI BIOMATERIAL BERKELANJUTAN DENGAN KARAKTERISTIK AKUSTIK Suharyani Suharyani; Zayyan Anindya Faizin; Sarah Syifa Ramadhan; Aulia Dwi Lestari; Salma Salsabila Al-Ahnani; Na’ila Fityatu Al-Ghoziyyah; Gusti Dwi Prasetyo; Muhammad Subkhan Alfaridzy; Dewangga Mahendra Putra
Structure Vol. 8 No. 1 (2026): STRUCTURE (JURNAL SIPIL)
Publisher : University of Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/myq74k24

Abstract

Pertumbuhan aktivitas manusia akibat perkembangan teknologi dan sektor industri menyebabkan meningkatnya permasalahan kebisingan pada berbagai lingkungan, khususnya kawasan perkotaan dan ruang pendidikan. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap pengembangan material akustik yang tidak hanya memiliki fungsi teknis, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan. Material panel akustik komersial yang umumnya berbasis bahan sintetis masih memiliki keterbatasan dari aspek lingkungan, biaya, dan efisiensi sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan potensi limbah onggok aren (Arenga pinnata) sebagai material alternatif dalam pembuatan prototipe panel interior berbasis biomaterial dengan karakteristik fisik yang mendukung pengembangan material akustik  berkelanjutan. Pemanfaatan onggok aren didasarkan pada karakteristik serat alami dan struktur berpori yang berpotensi mendukung proses penyerapan energi bunyi. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen melalui tahapan pengolahan bahan, formulasi campuran, pencetakan panel, pengeringan, serta evaluasi karakteristik fisik material. Parameter pengamatan meliputi kestabilan struktur, kepadatan, kualitas permukaan, kekuatan material, dan aspek visual panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi serat dan bubuk onggok aren mampu menghasilkan prototipe panel dengan struktur lebih homogen, stabil, dan memiliki karakteristik fisik yang berpotensi mendukung pengembangan material interior berbasis biomassa dengan karakteristik fisik yang mendukung fungsi akustik. Pemanfaatan limbah onggok aren berpotensi menjadi alternatif material interior berkelanjutan yang mendukung konsep arsitektur berbasis sumber daya lokal. Keywords: Biomaterial berkelanjutan; Limbah biomassa; Onggok aren; Panel interior; Material berpori