Perempuan dewasa awal yang berperan sebagai pencari nafkah utama menghadapi berbagai tuntutan ekonomi, pekerjaan, keluarga, dan sosial yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis. Salah satu sumber daya psikologis yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal yang berperan sebagai pencari nafkah utama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental. Sebanyak 115 responden berusia 18–40 tahun dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pekerja aktif, memiliki masa kerja minimal satu tahun, memberikan lebih dari 50% penghasilan untuk keluarga, dan tinggal bersama keluarga yang ditanggung. Setelah pengujian instrumen, diperoleh 22 item valid pada skala self-compassion dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,979 dan 17 item valid pada skala kesejahteraan psikologis dengan reliabilitas sebesar 0,970. Karena data tidak memenuhi asumsi normalitas dan linearitas, pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan kesejahteraan psikologis (rs=0,258r_s = 0,258; p=0,005p = 0,005). Kekuatan hubungan berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion, semakin tinggi pula kecenderungan kesejahteraan psikologis, meskipun faktor lain turut berkaitan dengan kondisi tersebut.